Home Fokus Nasional ‘Tren 4.0’ Menyulap Wajah Yang Tak Selamanya Indah. Dalam Islam Cantik...

‘Tren 4.0’ Menyulap Wajah Yang Tak Selamanya Indah. Dalam Islam Cantik Itu Seperti Apa Sih?

273
0

Oleh : Nurul Maulida

Jurusan: sosiologi Agama

Fak: Ushuluddin & filsafat

 

 

“Cantik 4.0 merupakan konsep yang lebih kompleks dibandingkan 1.0, 2.0, atau 3.0, ia harus mencakup empat dimensi” kata ahli kecantikan, Dr Lanny juniarty dalam Aesthetic outlook 2019 dari miracle saat memperkenalkan konsep beauty 4.0

Pada kecantikan 4.0, standar kecantikan bertambah dengan adanya pengaruh dari perkembangan teknologi digital terutama media sosial, pada era ini standar kecantikan seolah ikut ditentukan oleh perkembangan dan pendapatan yang ada dimedia sosial atau komentar dari Netizen diTwitter, Fecebook, dan Instagram.

Ini adalah kondisi ketika opini publik menjadi demikian penting. Eksistensi menjadi tujuan utama orang mempercantik diri apalagi didunia digital semua ingin selfie, eksis, butuh pengakuan dan apresiasi dari orang disekelilingnya.

Perkembangan digital membuat orang ingin memamerkan kecantikan mereka dimedia sosial demi mendapatkan likes dan komen yang baik. Bahkan banyak sekali orang-orang diluar sana yang belum puas dengan tubuh asli mereka. Mereka mendatangi dokter-dokter kecantikan untuk merubah wajah dan tubuh mereka

Bermacam cara kecantikan yang dilakukan seperti penanaman benang diwajah, sulam alis, sulam bibir, pembentukan V pada wajah yang terpengaruh industri korea selatan, sedot lemak dan sebagainya. Hal ini dilakukan tanpa berfikir akan dampak buruk yang akan timbul dikemudian harinya

“cantik itu mahal” merupakan ungkapan tren perempuan pada umumnya. Ketika mereka tidak mampu merawat tubuh, wajah, dengan mendatangi salon atau dokter kecantikan, rupanya ada banyak sekali penawaran-penawaran yang murah dan cepat.

Namun juga berefek fatal dikemudian. Seperti yang lagi tren sekarang seperti handbody pemutih, cream pemutih, lulur pemutih, bahkan sabun pemutih. Dimana barang-barang ini mengandung banyak sekali merkuri yang membahayakan sipemakai

Diera sekarang, kecantikan sudah membutakan akan kesehatan, tak banyak perempuan aceh baik ibu IRT, anak kuliah, bahkan anak sekolah. Mereka mengunakan barang-barang murah dan cepat tersebut.

Ditambah lagi olshop kosmetik yang merabak dan tak sedikit dari mereka yang memperjualkan cream berbahaya tersebut. Sehingga menarik pemikat-pemikat dimana mereka memerlukan cantic dan putih ketimbang kesehatan.

Kalporesta banda aceh kombes Trisno Riyanto kepala wartawan, jum’at (28/9/2018) mengatakan “seorang pembuat kosmetik illegal diBanda Aceh ditangkap tim polresta Banda Aceh. Ratusan produk kecantikan diamankan dari rumah pelaku”. Dari berita lainya juga banyak ditemukan kosmetik yang illegal dan tidak ada keterangan BPOM nya.

Seperti contoh, teman kuliah saya yang rela tidak makan demi harus membeli lipstick dari uang bulanan dia dimana kebiasaan memakai lipstik setiap hari dan ketika lipstick itu habis maka segala cara dia lakukan walau harus mengurangi jajan dia sendiri

Dari pandangan islam, “Tabarruj” yang menurut imam al-bukhari berarti  perbuatan wanita yang memamerkan segala kecantikan miliknya. Asal usul “Tabarruj” itu sendiri diambil dari “Al-Buruj” yakni bangunan banteng. Selain itu, menurut pendangan imam Zahabi berpendapat bahwa Tabarruj itu merupakan dosa besar karena wanita yang bertabarruj keluar rumah dapat membangkitkan nafsu syahwat laki-laki yang berakibatkan rusaknya moral dan prilaku umat islam

Aceh yang disimbulkan dengan syariat islam, seharusnya menghindari dari perbuatan dosa tersebut. Ber Make Up secara berlebihan selain mempercepat penuaan pada wajah juga dapat merusak kesehatan karna bahan-bahan dari kosmetik yang mengandung zat berbahaya.

Dalam islam itu sendiri, Cantik yang sesunguhnya terdiri atas dua hal, pertama adalah cantik secara Lahiriah. Kecantikan rahiriah merupakan sebuah anugrah namun dapat menjadi sebuah pujian bagi seorang perempuan.

Jika perempuan tersebut biasa mengunakan kecantikanya untuk kebaikan berarti dia mampu mensyukurinya namun jika seorang perempuan melakukan hal yang dilarang dengan kecantikanya tersebut, maka diantelah merugi dan menangung dosa

Sedangkan kecantikan kedua adalah kecantikan batin. Kecantikan batin terpancar dari hati, pikirran, perkataan dan tingkah laku. Kecantikan  batin terlihat dari perbuatannya yang selau menebarkan kebaikan. Selain itu kecantikan batin jauh dari sifat sombong dan angkuh

Dalam hal ini, kecantikan bukanlah suatu yang harus dipamerkan dan harus dituruti seiring perkembangan zaman. Perkembangan 4.0 rupanya telah mengubah semuanya namun penerapan syariat islam juga harus selalu ditanam didalam hati kita. Ketika kita menuruti perkembangan zaman, otomatis sedikit demi sedikit kita keluar dari peraturan syariat islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here