Home Fokus Nasional Tekanan mental punca penularan Anxiety

Tekanan mental punca penularan Anxiety

Oleh ; Norizan binti Razali

Penulis Adalah Mahasiswi Prodi hukum keluarga Fakultas : Syariah & hukum UIN Ar Raniry Banda Aceh

Penyakit anxiety dikenal juga sebagai kemurungan merupakan penyakit keempat terbesar dalam penyakit global (global lisability) yang dialami oleh manusia diseluruh dunia ketika ini.Major Depressive Dirorder (MMD) yalah maksud kemurungan dalam tema perubatan.

Kemurungan didefinisikan sebagai gangguan perasaan yang menyebabkan seseorang itu merasa sedih yang berpanjangan, keletihan dan ketiadaan tenaga, cepat marah serta hilang minat dalam aktivitas harian. Kemurungan juga akibat dari kebimbangan yang melampau.

Kemurungan sepertinya penyakit mental yang bisa dihidapi oleh sesiapa aje tidak kira usia, jantina atau bangsa. Kemurungan ini bisa berterusan sehingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun serta menjejaskan fungsi harian seseorang individu.

Kajian epidemiologi melaporkan bahwa peluang bagi seseorang untuk menhidapi penyakit kemurungan sepanjang tempoh kehidupannya adalah sebanyak 11-15 peratus.

Jika kemurungan ini tidak dikawal ia bisa menyusahkan hidup malah bisa membawa kepada cubaan bunuh diri kerana merasai mengakhiri hidup itu bisa menyelesaikan semua masalah yang dihadapi.

Trend bunuh diri dan tindakan mencederakan diri dengan segaja sudah menjadi satu fenomena yang bukan saja membabitkan golongan dewasa malahan semakin menular dalam kalangan remaja.

Perasaan negatif dalam diri, kekecewaan yang teramat dan rasa putus asa itu akan mengakibatkan kemurungan dimana seseorang itu akan mengunci diri, tidak mau beraktivitas dan tidak bisa melakukan kerjaan yang biasa dilakukan kerna perasaan yang tidak tenang.

Kemurungan terjadi pada individu. Ia juga dikenali sebagai penyakit anxiety yang banyak melanda masyarakat tidak kira golongan muda atau tua. Kemurungan bisa terjadi apabila seseorang itu tidak dapat mengawal perasaan tertekan yang dihadapinya. Samada perasaan sedih atau kebimbangan.

Kemurungan bisa terjadi akibat dari timbulnya masalah dalam perhubungan seseorang dengan orang lain ,masalah di tempat kuliah, masalah di kantor pekerjaan, masalah rumahtangga, masalah keluarga dan masalah keuangan.

Kemurungan sering kali menyebabkan seseorang itu rasa putus asa dalam hidup hingga ada yang bisa membawa kepada bunuh diri jika kemurungan itu tidak dapat dikawal. Kawalan perasaan ini adalah dari diri seseorang yang murung itu dengan dibantu oleh seseorang yang bisa menasihati dan sentiasa mengambil berat tentang perkembangan perasaannya.

Sebagai ahli masyarakat kita berkewajiban memberi harapan kepada mereka yang mengalami kemurungan samada yang sakit itu adalah kawan, ahli keluarga atau rakan netizen, dengan mengambil serius tentang masalah mereka, luang masa untuk mendengar keluhan mereka dan ambil berat dengan memberikan sokongan sosial kepada mereka.

Banyak faktor gangguan perasaan yang mengakibatkan kemurungan ini diantaranya gangguan perasaan dalam percintaan akibat kekecewaan ditinggalkan kekasih.

Emangnya bila telalu mencintai pasangan, putus itu amat menyakitkan tetapi demi menjaga kehidupan yang masih panjang haruslah difikirkan tentang kebahgiaan bisa diperolehi dikedepan hari. Harus berfikiran positif sesungguhnya kekecewaan itu bisa mendidik diri untuk lebih matang lagi. Jangan buatkan kekecewaan itu akhirnya hidup. Berbicara lah dengan teman-teman atau keluarga agar tidak mendapat penyakit anxiety.

Kecewaan didalam menuntut ilmu kerna tidak mendapat nilai yang dikehendaki, atau stress dengan perlakuan teman-teman dan timbunan tugas perkuliahan. Tekanan perasaan ini akan menghantui diri jika tidak dikawal dengan baik.

Kekecewaan itu harus dijadikan sebagai cabaran hidup agar lebih berjaya lagi di waktu kedepan. Harus memikirkan jalan positif dan untuk lebih maju lagi kerna kejayaan didalam pendidikan ini adalah punya diri sendiri. Gak perlu memikirkan orang lain kerna maju atau mundurnya sesorang itu adalah haknya sendiri atas usahanya sendiri. Perbaiki diri sendiri agar kekurangan ini dipenuhi

Bagi wanita yang berkarier sering mengalami tekanan di tempat kerja dan dirumah. Tekanan perasaan kerna lelah dengan tangungjawab ini bisa membuatkan seseorang itu marah-marah dan gak mau melakukan sebarang aktivitas di luar.

Tekanan perasaan ini akan menyebabkan seseorang itu gak mau berbicara dengan sesiapa pun. Situasi ini juga bisa menyebabkan putus asa dan kemurungan. Sebaiknya keluarga mengambil tahu masalah, membantu meringankan beban kerja dan cuba mengembirakan supaya perasaan nya menjadi tenang.

Tidak kurang juga tekanan perasaan terjadi kepada ketua-ketua rumahtangga apabila menghadapi masalah keuangan dalam menafkahi keluarga. Dalam keadaan covid 19 ini ramai yang diberhentikan kerja kerna ketidak mampuan majikan untuk membayar upah disebabkan arahan memberhentikan segala operasi kantor dan perusahaan.

Akibat dari peristiwa ini ramai yang ditimpa tekanan atau stress untuk kelangsungan kehidupan. Bantuan dari pemerintah diperlukan demi menjaga daripada terjadinya tekanan perasaan atau anxiety yang bisa mencederakan diri atau orang lain.

Berbanding dengan orang dewasa, kanak-kanak dan remaja paling ramai mudah menjadi kemurungan. Kesibukan kerja untuk memenuhi tuntutan keluarga menyebabkan masa bersama keluarga terbatas.

Orang tua ada kalanya terlepas pandang akan perkembangan anak-anak mereka, malah dizaman teknologi kini anak-anak dibiarkan menghabiskan waktu dengan gadjet sendirian tanpa berkomunikasi dengan orangtua.

Apabila mereka berasa tidak puashati atau tidak mendapat sesuatu yang diingini, anak-anak ini akan terasa tidak dipeduli dan tidak ada yang ambil peduli masalah yang mereka hadapi, dengan itu terjadilah anxiety.

Sadar atau tidak kepesatan teknologi membuatkan ramai orang terutamanya anak muda zaman ini lebih suka menyuarakan masalah mereka di ruang media sosial berbanding dengan meluahkan perasaan dengan orang yang benar-benar bisa bantu mereka.

Lambakan status di Twitter, Facebook, Instagram maupun blog dengan tanda pagar #rasa ingin mati, adalah bukti mereka tidak mampu lagi menghadapinya sendirian.

Seperti penyakit lain, mereka yang mengalami tekanan memerlukan masa rehat untuk pemulihan. Bagi orang yang menghidapi penyakit kemurungan ini perlu bagi mereka untuk mengamalkan aktivitas-aktivitas bersama publik supaya dia tidak sering keseorangan.

Perlu pada seseorang yang bisa mendengar masalah yang dihadapi dan seseorang yang bisa menasihati nya. Seseorang yang boleh merubah fikiran negatif nya kepada positif. Orang yang kemurungan ini seharusnya mendapatkan seseorang yang bisa mengembirakan hidupnya. Yang dapat menenangkan fikirannya dan memulihkan perasaannya.

Seseorang yang kemurungan ini juga bisa menjalani sesi rawatan psikoterapi di mana dia digalakkan untuk meluahkan perasaan dengan betul untuk diberikan sokongan serta akan dibimbing untuk mengenal pasti masalah yang sedang dihadapi serta cara penyelesaian masalah itu. Perlunya kepada sokongan moral mental dan fizikal daripada keluarga dan kawan-kawan, supaya bisa mencari keyakinan diri dan menukar mindset.

Selain mendapatkan rawatan di hospital, pesakit juga seharusnya kembali kepada menenangkan jiwa dengan membaca alquran dan terjemahannya dan menjaga amalan Ibadat wajib nya agar bisa mendekati diri kepada Allah swt.

Disarankan melakukan solat berjemaah dan amalkan zikir sepanjang masa. Ingatan Allah swt dalam surat Al-Baqarah ayat 153, “wahai orang-orang yang beriman, mohon lah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan solat”. Beriman lah kepada takdir yang baik dan buruk yaitu qada dan qadar Allah. Jika mendapat keburukan gak perlu berlarut dalam kesedihan. Hendaklah menerima segala ujian dan dugaan pasti ada hikmahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here