Home Aceh Tahun Ajaran Baru Tiba, Sekolah Hanya Dibuka Di Zona Hijau

Tahun Ajaran Baru Tiba, Sekolah Hanya Dibuka Di Zona Hijau

65
0

Oleh: Ira Ulvawati, Mahasiswa Uin Ar-Raniry prodi Sosiologi Agama

 

Dalam acara panduan penyelanggaraan pembelajran akademik baru di masa pandemic covid-19 yang dilaksanakan secara daring, Senin (15-5-2020). kementerian pendidikan dan kebudayaan Nadiem Anwar Makarim kembali mengizinkan proses pembelajaran tatap muka namun hal ini hanya berlaku untuk kawasan zona hijau saja. Zona merah dan zona kuning masih tetap belajar sacara daring.

Yang dimaksud dengan zona hijau merupakan daerah dengan kasus angka penyebaran covid-19 sudah menurun. Karena itu untuk sementara, sekolah yang berada di daerah zona merah, kuning maupun oranye masih belajar secara daring. artinya belum di perbolehkan untuk membuka pembelajaran dengan tatap muka.

Sekolah yang akan kembali dibuka, di himbau untuk tetap patuhi protokol kesehatan guna menjaga penyeberan virus meskipun dalam kawasan zona hijau, zona hijau bukan berarti bebas dari covid-19 tetapi ada baiknya menjaga kota agar terbebas dari covid-19 guna untuk menjauhkan keluarga dari penyakit yang berbahaya ini.

Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap patuhi protokol kesehatan meski dalam kawasan zona hijau. Terkhusus bagi sekolah yang akan dibuka pada bulan juli mendatang. Pemerintah juga meminta para guru dan siswa untuk patuhi protokol kesehatan dan mengatur jarak antar siswa dalam pembelajaran tatap muka dan menggunakan masker serta menyediakan tempat cuci tangan yang steril agar para siswa dan guru tetap menjaga kebersihan tangan. Karena penyebaran virus akan sangat cepat melalui perpindahan tangan.

Selain diminta untuk tetap patuhi protokol kesehatan, Nadiem Makarim juga memberlakukan sejumlah persyaratan untuk sekolah yang akan dibuka, yaitu sekolah yang kembali dibuka harus berada dalam kawasan zona hijau dan harus di setujui oleh pemerintah setempat serta komite satuan pendidikan. Kemudian sekolah harus memenuhi beberapa kriteria untuk melakukan pembelajran tatap muka.pertama, sekolah harus punya fasilitas kebersihan mulai dari wastafel, toilet, sabun cuci tangan, cairan disinfektan dll.

Kedua, sekolah harus ada akses ke fasilitas kesehtan terdekat di wilayah sekolah tersebut. Ketiga, setiap siswa wajib menggunakan masker. Keempat sekolah juga wajib mempunyai alat thermometer tembak untuk mengukur suhu tubuh para siswa, guru dan tamu. Kelima, siswa dan guru diperbolehkan masuk dalam kawasan sekolah hanya yang sehat dan tak punya penyakit komorbid.

Sekolah yang akan dibuka akan di lakukan secara bertahap. Artinya tidak semua jenjang sekolah diperbolehkan untuk dibuka dan masuk tahun ajaran baru. Dalam hal ini Nadiem Makarim juga menyerahkan kepada sekolah agar mengatur system pembelajaran atau jadwal masuk sekolah akan dibagi atau menerapkan metode sif.

Sekolah yang dibuka bukan berarti kegiatan- kegiatan yang biasa dilakukan di sekolah tidak sepenuhnya di lakukan. Para siswa datang ke sekolah hanya untuk belajar setelah belajar mereka langsung diperbolehkan untuk pulang, artinya kegiatan upacara bendera, kegiatan ekstrakurikuler serta istirahat di kantin di tiadakan untuk sementara.

Semenjak pandemic covid-19 kegiatan belajar mengajar di berhentikan sejak maret 2020 lalu dan melakukan proses pembelajaran secara daring hingg asaat ini. Kemudian pada bulan juli mendatang pembeljaarn tatap muka sacara langsung ini pertama kali di izinkan.

Kebijakan dalam membuka sekolah di zona hijau. Terdapat bebarapa kendala dari sejumlah pihak, mulai dari rasa khawatir para orang tua dikarena kan harus melepas anaknya ke sekolah di tengah pandemi covid-19. Namun untuk menanggapai kekhawatiran para orang tau murid.

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadiem Makarim menekankan bahwa orang tua boleh saja melarang anaknya untuk sekolah di tengah pandemi.artinya walaupun sekolah kembali dibuka, anak tidak bisa dipaksa masuk sekolah tanpa adanya izin dari orang tua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here