Home Fokus Nasional SILATURAHMI MELALUI KOMUNIKASI DIGiTAL MENJADI PERUBAHAN SOSIAL SEJAK TERJADINYA PANDEMI COVID-19

SILATURAHMI MELALUI KOMUNIKASI DIGiTAL MENJADI PERUBAHAN SOSIAL SEJAK TERJADINYA PANDEMI COVID-19

95
0

OLEH Rahmah Hasanah
Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan filsafat Universitas UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Sejak merebaknya wabah COVID-19 yang awal mulanya terjadi di Negara Cina. hingga mendunia termasuk Negara Indonesia yang kini sudah menelan ribuan korban jiwa. Masyarakat di tuntut untuk lebih biasa atau lebih terbiasa dengan memakai komunikasi digital, cara berfikir yang lebih positif, dan cara berperilaku yang lebih menuju kebaikan manusia.

Bahkan banyak masyarakat yang terdampak COVID-19, publik Aceh dilanda dengan kebingungan, apalagi di Aceh masyarakat kebanyakan pergi pagi pulang sore untuk bekerja memenuhi ekonomi keluarga. Harga pangan pasaran pun menanjak cukup kencang. Ketakutan melanda seluruh pelosok penduduk masyarakat dan kariawan sementara waktu sudah di tetapkan dirumah saja sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Jaga jarak yang diterapkan pemerintah agar tetap berktivitas dirumah saja dan tidak di perbolehkan keluar rumah kecuali ada hal-hal yang sangat penting tidak bisa ditinggalkan, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Pemerintah menganjurkan untuk menjaga kesehatan, kebersihan dan memakai masker, mencuci tangan dengan handsenitizer. Untuk itu Pemerintah mengajukan masyarakat untuk dirumah saja dan melakukan silaturrahmi melalui media sosial.

Ditengah pandemi COVID-19 saat ini, silaturrahmi tetap bisa dilakukan dengan kemajuan teknologi. Dari aplikasi chat hingga tatap muka melalui media seperti handphone atau komputer dengan aplikasi yang sudah ada.
Komunikasi melalui digital merupakan kebijakan pemerintah dan menghimbau masyarakat tetap menjalankan silaturrahmi dan komunikasi melalui media sosial. Seperti melakukan kegiatan belajar dan mengajar secara daring, berjualan online, dan lain sebagainya.

Bagaimana jika saat pandemi ini silaturrahmi tidak dilakukan? kenapa harus tidak terjalin? Secara teologis tidak ada hadist yang menjelaskan tetang harusnya bertemu secara langsung, karena silaturrahmi bisa dilakukan secara virtual jika tidak bisa secara langsung, silaturrahmi bisa dilakukan lewat media sosial.

Dengan kondisi atau situasi saat ini masyarakat di Indonesia diharapkan beraktifitas melalui media sosial dirumah saja. Media sosial pun menjadi sarana untuk dapat belajar buat si anak yang sedang berada difase belajar, dan dapat bertukar pendapat dengan guru atau orang tua yang kemungkinan jaraknya tersebut jauh dari anak.

Tujuan silaturrahmi sperti mengunjungi sanak saudara dan memohon maaf kepada teman serta sahabat tetap harus terjalin, tetapi pada saat melakukan penjarakan sosial dan penjarakan fisik, maka kunjungan dan permohonan maaf bisa kita lakukan secara virtual seperti video call melalui aplikasi di handphone atau komputer/laptop.

Kementrian Agama juga tidak menganjurkan silaturrahmi secara langsung saling mengunjungi satu sama lain seperti tahun-tahun yang sudah. Sebaiknya saat ini untk menunda menerima tamu dan bertamu, cukup menjalin silaturrahminya melalui media sosial saja. Dengan tindakan dan patuh pada anjuran ini dapat memperlambat dan memutus mata rantai COVID-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here