Home Aceh SAMBUTAN HARI IBU DAN HARI BAPA SUATU PENGHARGAAN DI ZAMAN MILENIAL

SAMBUTAN HARI IBU DAN HARI BAPA SUATU PENGHARGAAN DI ZAMAN MILENIAL

248
0

Oleh ; Norizan binti Razali

Prodi: hukum keluarga

Fakultas : Syariah & hukum

UIN Ar Raniry Banda Aceh

Milenial juga dikenali sebagai Generasi Y, Gen Y atau Generasi Langgas adalah kelompok demografi setelah Generasi X (Gen X). Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini.

Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980 an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990 an hingga 2000 an sebagai akhir kelahiran. Generasi ini lahir di era kecanggihan teknologi dan internet.

Generasi ini banyak menghabiskan waktu dengan ponsel . Cara komunikasi mereka tidak lagi melalui tatap muka tetapi banyak yang chatting di dunia maya. Kesibukan kerja dan kuliah menyebabkan mereka kurang bersosial dengan masyarakat apa lagi ziarah menziarahi.

Sambutan hari ibu dan hari bapa diwujudkan bagi menghargai atau mengenang jasa serta pengorbanan orang tua dan asal usul kita . Sejauh mana pula penghargaan anak-anak terhadap orang tua mereka hanya anak-anak sendiri yang dapat menjawabnya.

Hari Bapa merupakan sambutan di mana lelaki yang bergelar bapa, papa, abah, daddy dan sebagainya gelaran yang diberikan sebagai penghormatan dan peringatan terhadap mereka yang telah banyak berusaha mencari nafkah demi membiayai hidup keluarga.

Hari Ibu pula disambut khusus bagi ibu, ummi, mama, mummy, mak dan sebagainya gelaran demi menghargai pengorbanan ibu yang telah mengandungkan anak selama 9 bulan 10 hari dalam keadaan yang kurang selesa dan kesihatan yang terganggu akhirnya melahirkan anak dengan koyakan di pintu rahim, di faraj serta putus saraf dan tidak kurang juga kehilangan darah. Setelah itu disusui pula selama 2 tahun. Begitu banyak pengorbanan seorang ibu ke atas anak-anaknya.

Orang tua jarang kali mengalah dengan apa jua kesukaran dan kesakitan yang dialami demi membesarkan anak-anak. Orang tua sanggup berlapar asalkan anak-anak tidak kebulur tidak makan.

Orang tua sanggup gak mau ke rumah sakit atau mengatakan tidak sehat kerna kuatir tidak ada yang bisa menafkahi anak-anak. Begitu beratnya tanggungjawab orang tua untuk membesarkan dan menjayakan anak-anak.

Tetapi kerna kesibukan urusan kehidupan anak-anak terlepas pandang dan kerna sibuk dengan isteri atau suami dan anak-anak, kekadang anak-anak terlupa akan orangtua yang perlukan perhatian dan belaian kasih sayang dari anak-anak.

Firman Allah swt dalah surat al-Isra’ yang bermaksud,
“Dan Tuhanmu telah mewajibkan supaya tidak menyembah selain dari nya dan berlaku baik kepada orang tua”
Jika anak-anak tinggal bersama orang tua atau berhampiran rumah orang tua mungkin tidak punya masalah untuk menziarahi orang tua setiap hari.

Justru itu anak-anak ini tidak perlukan kepada satu hari yang khusus untuk mengembirakan orang tua tetapi untuk anak-anak yang berhijrah dan tinggal jauh dari orang tua perlu adanya satu hari sambutan hari ibu dan bapa agar mereka dapat mengembirakan hati orang tua

Mungkin ada anak-anak yang cuma pulang berjumpa orang tua semasa adat megang sebelum menyambut Ramadhan atau pulang semasa lembaran syawal atau idil adha setahun sekali atau dua tahun sekali.

Di Malaysia hari ibu disambut pada hari minggu kedua dalam bulan mei setiap tahun manakala hari bapa pula disambut pada hati minggu ketiga dalam bulan Juni setiap tahun.

Sebenarnya, bagi menghargai jasa pengorbanan orang tua, sebagai seorang anak itu tidak perlu menunggu pada tanggal sambutannya, bahkan setiap hari bisa aje melakukan perkara yang membanggakan serta mengembirakan.

Tetapi kerna kesebukan urusan kehidupan terutamanya anak-anak yang telah bernikah dan berpisah jauh dari ibu bapa , begitu juga dengan anak-anak yang sibuk dengan perkuliahan maka nya gak bisa pulang tatap muka dengan orang tua.

Justeru itu perlunya satu hari yang khusus agar anak-anak bisa libur dan pulang melayani orang tua dikampong.Sebagai anak seharusnya berfikir bahawa selama hidup sebelum mandiri orang tua sentiasa bersama menjaga makan minum dan kesehatan anak-anak, tetapi apabila anak-anak sudah mandiri dan orang tua sudah bertambah usianya, berapa lama aja anak dapat menjaga orangtua.

Di zaman Mileniel ini, anak-anak merasakan video call udah cukup memadai untuk mengembirakan orang tua tetapi ingatlah bahawa alam maya gak sama dengan alam realiti di mana pelukan dan ciuman yang sebenar itu harus dengan hadirnya anak-anak.

Ucapan dan hadiah itu hanya lah simbolik sahaja tetapi pulang nya anak-anak lebih mengembirakan orang tua. Kejutan yang paling istimewa berbanding hari-hari biasa.

Ada orang beranggapan hari Ibu dan Bapa ini sebagai penghormatan tambahan buat mereka, bukan nya menyempitkan skop menghormati atau mengingati orang tua hanya pada satu hari itu sahaja.

Juga ada larangan menjadikan hari ibu dan bapa sebagai satu bentuk perayaan dengan ertikata perayaan keagamaan, tetapi lebih kepada sambutan secara adat sahaja. Sewajarnya seseorang Islam memahami ajaran Islam supaya ketaatannya sentiasa selaras dengan syariat Islam.Yang penting objektif nya untuk menhargai jasa orangtua yang merupakan insan terpenting dalam hidup anak-anak.

Ada juga segelintir yang beranggapan bahawa sambutan hari ibu dan hari bapa ini adalah ikutan dari budaya barat yang menyamakan sambutan ini sebagai sambutan keagamaan kristian. Golongan ini beranggapan siapa aja yang mengikuti budaya kristian ini akan tergugat aqidahnya.

Apakah benar jika anak-anak cuma mau mengembirakan orang tua itu , tergugat aqidah nya? Tidak kira gimana caranya anak-anak melakukan sesuatu atas niat untuk mengembirakan orang tua , itu udah mendapat redho Allah kerna redhonya Allah atas redhonya orang tua.

Jangan menuduh orang sambut hari ibu dan hari bapa itu kafir, kerna ia bergantung kepada niat seseorang. Jika seseorang muslim yang meraikannya tidak berniat meniru prinsip agama lain bahkan cuma intipati memuliakan orang tua dan hanya sekadar bakti tambahan selain dari baktinya yang dilakukan setiap hari.maka tidak lah menjadi satu kesalahan.

Emangnya kesibukan urusan kehidupan ini baik urusan dunia atau urusan akhirat sedikit sebanyak melalaikan anak-anak dari menghubungi orang tua apatah lagi untuk pulang tatap muka sama orang tua. Orang tua yang udah pension, petani yang udah gak kuat lagi untuk bertani emangnya akan bersikap lebih sensentif dan merasai hidup terlalu sunyi.

Kalau dulu sering mendengar suara-suara jeritan anak-anak tetapi bila udah berusia cuma tinggal sendirian atau dengan pasangan mengingati kembali kenangan-kenangan lalu. Ada kalanya terjadi kemurungan akibat teramat rindu kan anak-anak, tetapi terpaksa pasrah apabila anak-anak beri alasan sibuk gak bisa liburan.

Orang tua emangnya lebih senang kalu dapat melihat anak-anak berkumpul, memicit-micit tubuhnya yang udah sakit-sakitan dan ketawa kelucuan.Pada hari ibu dan bapa, setiap anak tidak kira muda atau tua seharusnya merayakan sambutan hari ibu dan bapa ini dengan membawa makan keluar bersama atau bersiar-siar atau melancong.

Sambutan ini bisa menjadi wasilah untuk merapatkan hubungan anak dengan orangtua serta mengeratkan hubungan sesama adikberadik. Sebagai hari istimewa, semua ahli keluarga berkumpul dan dari situ terbitlah ikatan erat dan melahirkan suasana penuh kasih sayang sejati, saling mencintai antara satu sama lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here