Home Aceh Rintihan Rindu

Rintihan Rindu

200
0

Oleh:Nurul Filma Anum,jurusan Aqidah dan Filsafat Islam
Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Ar-Raniry

Warna jingga sudah menyapa langit di hari itu
Membuat diri terbawa dalam lintas imajiku
Terdiam diri di dinding yang menyaksikan lamunanku
Jampun berbisik kepadaku bahwa tiada yang dapat mengembalikan waktu
Hanya kenangan yang selalu menari di aksara rindu
Rasa mencekam di kalbu menumbuhkan bulir air mata di pipiku
Panggilan shalat mengagetkan lintas imajiku
Terdiam sejenak menghapus air mata yang membuatku malu
Sontak tubuh ini bergegas untuk menghambakan diri pada Sang Ilahi
Terisak dan air mata tumbuh kembali dipipi
Diiringi tangan mengadah penuh harap pada Sang Ilahi
Oh Tuhanku Yang Maha Penyayang…
Sampaikan rinduku kepada ia yang kusayang
Tempatkan ia disisiMu dengan tenang
Walau kutahu tak pernah ada balasan yang datang
Rindu ini tak pernah berhenti berharap bagai derasnya gelombang
Merindukanmu yang takkan lagi bisa ku pandang
Hanya dapat memandang kenangan yang kau ciptakan
Seolah takkan pernah hilang dari ingatan
Harapan dan doa yang menjadi penawar rinduku
Tunggu aku dengan senyuman hangat dari wajahmu

Warna jingga sudah menyapa langit di hari itu
Membuat diri terbawa dalam lintas imajiku
Terdiam diri di dinding yang menyaksikan lamunanku
Jampun berbisik kepadaku bahwa tiada yang dapat mengembalikan waktu
Hanya kenangan yang selalu menari di aksara rindu
Rasa mencekam di kalbu menumbuhkan bulir air mata di pipiku
Panggilan shalat mengagetkan lintas imajiku
Terdiam sejenak menghapus air mata yang membuatku malu
Sontak tubuh ini bergegas untuk menghambakan diri pada Sang Ilahi
Terisak dan air mata tumbuh kembali dipipi
Diiringi tangan mengadah penuh harap pada Sang Ilahi
Oh Tuhanku Yang Maha Penyayang…
Sampaikan rinduku kepada ia yang kusayang
Tempatkan ia disisiMu dengan tenang
Walau kutahu tak pernah ada balasan yang datang
Rindu ini tak pernah berhenti berharap bagai derasnya gelombang
Merindukanmu yang takkan lagi bisa ku pandang
Hanya dapat memandang kenangan yang kau ciptakan
Seolah takkan pernah hilang dari ingatan
Harapan dan doa yang menjadi penawar rinduku
Tunggu aku dengan senyuman hangat dari wajahmu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here