Home Fokus Nasional Ramadhan dan Pandemi Covid-19

Ramadhan dan Pandemi Covid-19

263

Oleh: Dinda Artikah Batu Bara

Bulan suci ramadhan merupakan bulan yang sangat special dan bulan yang sangat di nanti-nantikan oleh masyarakat muslim, dimana adanya banyak kegiatan mulai dari beribadah yang lebih meningkat, kegiatan berkumpul bersama saudara dan rekan-rekan, dan juga mudik.

Namun pada bulan ramdhan kali ini sangat berbeda dari bulan-bulan ramadhan sebelumnya, dimana kita tahu bahwa adanya pandemi Covid 19 yang sedang melanda bumi kita ini.

Semenjak mewabahnya pandemi ini banyak kegiatan-kegiatan masarakat yang dibatasi hingga berujunng larangan dari pihak pemerintah, mulai dari adanya penerapan social distancing dimana masyarakat menjaga jarak dan membatasi komunikasi dengan masyarakat sekitar.

Kemudian adanya kegiatan lockdown di setiap daerah, dimana pembatasan ruang gerak atau aktivitas mayarakat diluar rumah dan melakukan segala kegiatan hanya dari rumah saja, yang hal tersebut bertujuan agar dapat mengurangi wabah covid.

Tentunya juga penerapan tersebut memiliki banyak pro dan kontra di kalangan masyarakat dan pemerintah, dan juga banyaknya ke dramatisan yang terjadi mulai dari suka dan duka.

Mulai dari keresahan masyarakat terkait kasus lock down dimana para masyarakat kalangan bawah kewalahan untk mencukupi kehidupan sehari-hari dikarnakan pembatasan gerak di luar rumah, hingga terjadinya juga keributan antara aparat kemanan dan para-para pedagan kaki lima.

Namun kita juga tidak bisa menyalahkan pedagang kaki lima dikarnakan mereka membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhannya, karna disamping itu juga terkait bantuan dari aparat pemerintah juga tidak menyeluruh dan juga mencukupi untuk masyarakat.

Oleh karena itu kesadaran di masyarakat sangat dibutuhkan untuk saling membantu dan memberi, agar sedikit kurangnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat disekitar kita yang membutuhkan.

Kemudian memasuki bulan ramadhan kali ini sangat berbeda dan juga banyak hal yang membatasi segala kegiatan, mulai dari adanya larangan melakukan shalat tarawih berjamaah di mesjid, seperti yang disampaikan oleh pihak Majelis ulama Indonesia (MUI) yang mengeluarkan fatwa terkait ibadah selama pandemi ini, termasuk meminta selur uh masyarakat muslim untuk melakukan shalat tarawih dirumah.

Meskipun begitu tentunya kita sangat merindukan suasana ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya, namun kita juga harus sama-sama menjaga dan menerapkannya demi kesejahteraannya masyarakat agar pandemi ini bisa berakhir.

Tidak hanya shalat tarawih juga namun juga kebiasaan masyarakat kita di bulan ramadhan yaitu buka bersama diluar rumah. Ini juga terbatasi dikarnakan harus adanya pembatasam sosial, tentunya hal ini juga demi mengatasi penyebaran Covid-19 tersebut.

Selain permasalahan ibadah, mudik juga menjadi kegiatan yang di larang di bulan ramadhan kali ini, sebagaimana Peraturan Menteri Perhubungan (permenhub) terkait larangan mudik bagi masyarakat.

Dengan bertujuan untuk mengurangi penyebaran covid 19 tersebut, namun terkait mudik tersebut seharusnya pemerintah melekaukan dengan tuntas dan jelas, dikarnakan adanya banyak masyarakat yang menganggur di kota akibat pemberhentian semua kegiatan mulai dari para buruh dan juga pekerjaan lain, harapan mereka untuk bermudik pun dikarnakan krisis ekonomi di rantauan sehingga memaksakan mereka untuk bermudik dikarna jika mereka tetap di rantauan maka mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Oleh karena itu terkait larangan mudik ini harus adanya solusi yang tebaik dari pemerintah bagi masyarakat yang krisis ekonominya.

Semoga di ramadhan kali ini bisa menjadi pelajaran bagi kita, meskipun tidak bisa melakukan ibadah di mesjid namun kita tetap bisa menjalankannya dirumah, jadikan hal ini sebagai hikmah bukannya keresahan, ada banyak hikmah dari semuanya mulai dari buka bersama dengan keluarga dirumah, tarawih dirumah bersama keluarga, tadarus, qiyamullail, dan semuanya bisa kita lakukan bersama keluarga dan tentunya ini menjadi hal yang sangat berbeda dan spesial karna kita bisa lebih dekat dan menghabiskan waktu kegiatan ibadah kali ini bersama keluarga.

Semoga pandemic ini bisa segera berakhir, dan kita semua bisa mengahadapi pandemi ini dengan mengikuti setiap himbauan dari pemerintah dan tetap stay at home.

Penulis Adalah Mahasiswa Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry leting 17

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here