Home Fokus Nasional Proses belajar mengajar (PBM) kembali di tunda

Proses belajar mengajar (PBM) kembali di tunda

82
0

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) semakin hari semakin parah dan sangat mengkhawatirkan.Tercatat hingga tanggal 11 Juli 2020 menurut data yang dikeluarkan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 bahwa sudah ada 72.347 orang terjangkit virus ini dengan 33.519 sembuh dan 3.469 meninggal dunia.

Begitupun dengan Aceh Provinsi paling barat Indonesia, kasus positif telah mencapai 106 dengan rincian 63 orang sembuh 39 orang masih di rawat dan 4 telah meninggal dunia.

Dari data tersebut sangat jelas bahwa virus ini adalah virus yang cukup mematikan sehingga telah mengakibatkan kondisi carut marut terutama pada sektor kesehatan, sosial budaya, pendidikan, dan ekonomi.

 

Proses belajar mengajar (PBM) tatap muka SD SMP dan SMA di Aceh Selatan di tunda sampai dengan batas waktu yang belum di tentukan. Hal itu di sebabkan oleh status kabupaten Aceh Selatan masih berstatus zona kuning dari resiko Corona Virus Disease (COVID-19) yang di tetapkan oleh gugus tugas nasional.

Sebelumnya proses belajar mengajar (PBM) tatap muka di madrasah kabupaten telah di rencanakan pada tanggal 13 Juli 2020 sesuai dengan kalender pendidikan.

Sejumlah orang tua/wali murid merasa kecewa dengan di batalkannya proses belajar mengajar (PBM) tatap muka, pasalnya PBM tatap muka di sambut dengan baik para wali murid ,hal ini di buktikan dengan adanya pembelian seragam baru dan pembelian sarana belajar lainnya kepada siswa.

Liburan panjang ini membuat siswa/siswi menghabiskan waktu bermain dengan handphone android,yang dikhawatirkan siswa siswi asyik main game bukannya belajar,dan dapat merobah prilakunya

penundaan proses belajar mengajar akan memperpanjang siswa menggunakan hp android,jika diketatkan penggunanya akan timbul reaksi penolakan dari anak dan juga merupakan dilema bagi orang tua,sebab tidak punya kesanggupan orang tua dalam mendidik,tidak memiliki fasilitas dan jaringan yang terbatasi bagi siswa yang berada di daerah terpencil.

Penundaaan PBM adalah langkah tepat yg di lakukan pemerintah Aceh Selatan, dikarenakan daerah ini sudah di tetapkan sebagai zona kuning dengan bertambahnya yang terpapar positif Corona,maka dari itu kita masyarakat untuk bersama mematuhi tatanan protocol kesehatan guna mengembalikan status zona kuning menjadi hijau dan PBM tatap muka dapat dilaksanakan,agar para siswa dapat kembali kepada tatanan kehidupan sebelum pandemi Covid-19. Karena pasca di liburkan sekolah siswa tidak maksimal mendapatkan ilmu pengetahuan dan wawasan dengan menggunakan aplikasi virtual dan WhatsApp.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here