Home Aceh Pj SEMA/DEMA IAIN Lhokseumawe Usulkan Qanun Pendidikan Ke DPRK Aceh Utara

Pj SEMA/DEMA IAIN Lhokseumawe Usulkan Qanun Pendidikan Ke DPRK Aceh Utara

Lhokseumawe – penanggung jawab Senat mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe melakukan silaturrahmi dan audiensi dengan DPRK Aceh Utara

Hal ini disampaikan oleh zubaili selaku ketua Umum Penanggung jawab SEMA/DEMA IAIN Lhokseumawe. Selasa(08/09/2020).

Turut berhadir dalam kegiatan ini Ketua DPRK Aceh Utara, Komisi 5 bidang pendidikan DPRK Aceh Utara, Anggota Badan Legislasi(Banleg) DPRK Aceh Utara, Pj SEMA/DEMA IAIN Lhokseumawe, Ketua DEMA Fakultas Syariah, Perwakilan DEMA FUAD dan Tokoh Mahasiswa IAIN Lhokseumawe

“Terimakasih kami ucapkan kepada DPRK Aceh Utara yang sudah menerima silaturrahmi kami dan membahas terkait permasalahan pendidikan di aceh Utara”ucap zubaili.

“Aceh setelah MoU Helsinki merupakan daerah yang berbeda. Sebuah daerah dengan ragam kekhususan termasuk dalam pengelolaan pendidikan,Mustahil didapat oleh daerah-daerah lain”.

“Aceh sebagai daerah otonomi khusus, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 memiliki peraturan daerah yang bersifat khusus yaitu Qanun Aceh dan Qanun Kabupaten/Kota. Qanun Aceh adalah peraturan perundang-undangan sejenis peraturan daerah provinsi yang mengatur penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat Aceh, sedangkan Qanun Kabupaten/Kota adalah peraturan perundang-undangan sejenis peraturan daerah kabupaten/kota yang mengatur penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat kabupaten/kota di Aceh”.

“Kami mengusulkan kepada DPRK agar merancang qanun pendidikan aceh,Supaya sejarah perjuangan GAM yang sudah terjadi puluhan tahun, wawasan MoU helsinky, belajar kitab kuning, sejarah samudera pasai, pendidikan bahasa aceh,agar dapat dimasukkan kedalam kurikulum sekolah yang ada di aceh Utara”.

“Juga kita sampaikan dan diskusikan terkait permasalahan terbatasnya unit angkutan untuk anak sekolah di aceh Utara. Nah kita berharap Usulan yang kita tawarkan ini ,DPRK serius dalam menanggapi dan ini siap dipergunakan ditahun 2021”.Ujarnya

Ketua 2 Pj SEMA/DEMA maulana mengungkapkan “Kenapa kami mengusulkan qanun itu? Karena kami melihat banyak generasi muda aceh khususnya aceh Utara, sudah mulai luput dari pengetahuan keacehan dan keagamaan, kadangkala ada yang bertanya untuk apa aceh berperang? Perdamaian, MoU, UUPA itu apa? Mendengar pertanyaan dari kalangan kaula muda aceh seperti itu kami sangat merasa sedih dan terpukul, ini siapa yang kita salahkan ? Kita tidak bisa menyalahkan generasi muda sepenuhnya, perlu ada langkah yang tepat dari pemerintah aceh utara untuk merancang pendidikan keacehan kepada generasi muda aceh khususnya di aceh utara”.ungkapnya

Arafat Ali selaku Ketua DPRK Aceh utara menyambut baik silaturrahmi dari kawan-kawan DEMA IAIN Lhokseumawe “Alhamdulillah, kami sangat senang melihat kawan-kawan mahasiswa yang masih progresif dalam memperjuangkan pendidikan untuk aceh utara, kami sangat mengapapresiasikan langkah ini. sudah kami dengarkan semua usulan dari kawan-kawan dan usulan ini sangat bermutu, bernilai dan Bagus”.

“Insyaallah kami di DPRK Aceh Utara akan mengupayakan semaksimal mungkin usulan dari kawan-kawan agar terealisasikan ditahun depan,Ini satu langkah upaya untuk mencerdaskan kehidupan generasi aceh khususnya aceh utara kedepan”Tutup ketua DPRK Aceh Utara []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here