Home Fokus Daerah New normal, sudah efektifkah ?

New normal, sudah efektifkah ?

150
0

Oleh : Dinda Artikah Batu Bara

Baru-baru ini pemerintah menerapkan penerapan baru terkait penanganan Covid-19 ini, dimana sebelumnya di Indonesia sendiri menerapkan tindakan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) namun, kini sudah beralih pada tindakan New normal.

New normal merupakan langkah percepatan penanganan Covid-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Kebijakan ini dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan suatu daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah tertentu.

Penerapan new normal tersebut di lakukan oleh pihak pemerintah agar masyarakat dapat bertindak produktif namun tetap memastikan aman dari penularan Virus Corona tersebut. sepeti yang kita ketahui juga bahwa dampak yang di timbulkan dari penularan Virus tersebut sangat berpengaruh terhadap kelangsungan kehiduapn masyarkat.

Salah satunya mengganggu perekonomian masyarakat dan juga Negara, sehingga harapan dari penerapan tersebut pun sebagai salah satu upaya agar perekonomian di Indonesia tidak anjlok yang dikarnakan pembatasan ruang gerak yang disebabkan Covid-19 tersebut.

New normal di terapkan pada beberapa wilayah yang minim oleh korban Covid-19 tersebut atau belum termasuk kedalam zona merah.

Presiden Jokowi menyebut sudah saatnya, masyarakat dapat hidup berdamai dengan Covid-19. Yang artinya, “sampai ditemukan vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu kedepan,” kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip dari Kompas.com, kamis (7/5/2020).

Jika kita lihat dari perkembangan Negara lain seperti Korea Selatan, mereka melakukan tindakan new normal untuk mengatasi Covid-19 tersebut, bahkan Korea selatan sendiri di akui berhasil dalam menangani penyebaran Virus tersebut, namun baru-baru ini terjadinya lonjakan kasus Virus Corona setelah menerapkan tindakan new normal tersebut. sehingga dalam kasus ini pun Korea Selatan akhirnya menutup kembali segala fasilitas umum dan melakukan pembatasan sosial.

Lantas sudah efektifkah new normal ini jika di lakukan di Indonesia sendiri, bahkan jika dilihat dari tindakan sebelumnya saja terkait penerapan tindakan PSBB, ada banyak masyarakat yang acuh dan tidak mengikuti aturan.

Jika di lihat dengan keadaan kondisi sekarang seharusnya pemerintah harus lebih ketat terhadap pemeriksaan kesehatan masyarakat, jangan hanya masyarakat yang dalam kategori ODP saja namun juga semua masyarakat, terutama masyarakat yang melakukan perjalanan luar daerah, dan juga para pekerja yang melakukan kegiatan di lingkungan sosial.

Dengan penerapan new normal ini tidak menuntut kemungkinan pasti akan ada banyak masyarakat yang melakukan aktifitas seperti biasanya seperti sebelum adanya wabah ini, dan bisa saja akan ada banyak juga masyarakat yang tidak mengikuti aturan tentang pola hidup sehat di dalam penerapan new normal tersebut.

Penerapan new normal ini seharusnya dilakukan ketika keadaan di suatu wilayah dalam kurva atau persentase yang normal. Sedangkan Indonesia masih dalam keadaan jauh dari keadaan normal.

Sehingga disini perlu adanya pemberian pemahaman yang jelas oleh pemerintah daerah kepada seluruh masyarakat terkait bagaimana seharusnya berprilaku di tengah penerapan new normal ini, agar tidak ada kesalahan dalam menjalani penerapan new normal.

Jangan sampai wilayah-wilayah yang masih minim penularan Virus ini, malah terjadi lonjokan yang hanya dikarnakan salah satu masyarakatnya yang tidak mengikuti peraturan yang telah di tetapkan.

Karna jika dilihat dari lonjokan masyarakat yang terkena Covid-19 di Indonesia tergolong sangat tinggi, apalagi dengan pola hidup mayarakat Indonesia yang kebanyakan acuh terhadap peraturan. Sehingga berkemungkinan jika tidak di lakukan dengan baik bisa saja penularan ini akan semakin meningkat.

Penerapan new normal ini satu sisi berdampak baik juga terhadap masyarakat maupun Negara, namun harus di barengi dengan pengontrolan yang ketat. Jangan sampai penerapan new normal ini menjadi new problem di masyarakat.

Sehingga kerja sama antara masyarakat, pemerintah, kemudian aparat keamanan dan tenaga medis sangat di butuhkan.

Dan juga harus adanya kesadaran di setiap individu untuk saling menjaga dan mengikuti setiap himbauan dan peraturan yang ada, demi berakhirnya pandemi ini.

Mahasiswa UIN Ar-Raniry, fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Jurusan Sosiologi Agama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here