Home Aceh MILLENIAL CERDAS ANTI  HOAX

MILLENIAL CERDAS ANTI  HOAX

168
0

Oleh: Herlisa, Mahasiswi Uin Ar-Raniry, program Studi Sosiologi Agama.

Globaliasi terus melebarkan sayapnya dengan  berkembangan  Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), yang ditandai dengan kaburnya batas ruang dan waktu, informasi yang tersebar bisa  terjangkau keseluruh belahan dunia, dalam waktu yang sangat singkat.

Di era digital ini,  generasi Millenial menjadi konsumen utamanya, generasi  ini juga disebut dengan generasi Y atau sekelompok orang yang lahir setelah generasi X, generasi ini diperkirakan lahir kisaran  tahun 1980-2000,sehingga sekarang diperkirakan  berumur 17-37 tahun.

Dengan berkembangnya teknologi informasi yang begitu pesat seperti telepon genggam, seseorang dengan mudah mengakses  informasi, cukup dengan menggerakkan ujung jari saja. Dulu  mayoritas masyarakat  hanya mengandalkan media massa seperti koran, majalah, tabloid, dalam mengakses informasi.

Akan tetapi dengan pesatnya perkembangan teknologi,  seseorang bisa mengakses informasi melalui media sosial, namun dalam mengonsumsi berita yang termuat media sosial juga dibutuhkan kejelian dan kehati-hatian, karena di dalamnya tersaji berbagai bentuk informasi, sehingga tidak menutup kemungkinan adanya konten-konten berita yang tidak tau kejelasan dan keakuratannya  sehingga dipertanyakan kebenarannya.

Berita jenis ini di istilahkan dengan berita Hoax atau berita bohong,  yang direkayasa dengan memutarbalikkan fakta yang sebenarnya. Hoaks yang tersebar dimasyarakat dapat menjangkau segala aspek, baik aspek  politik, suku, agama, ras, etnis dan lainnya. Hoaks yang bernuansa politik sering dikaitkan dengan unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan antar golongan).

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kesadaran masyarakat kita sangat minim untuk menelaah suatu berita, sehingga menelan mentah-mentah setiap berita yang diberitakan, sehingga menimbulkan kekacauan.

Lebih miris nya lagi kita ikut membagikan berita tersebut karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki. Karena pembuat  berita hoax tentu mempunyai maksud dan tujuan tersendiri, misalnya untuk  memicu kemarahan, menimbulkan kebencian bahkan berujung pada perpecahan.

Sehingga kita sebagai generasi millenial harus cerdas menangkal berita-berita bohong yang bertebaran di  masyarakat. Penyebaran berita bohong atau berita hoax dapat melanggar UU ITE.

Untuk menangkal berita hoax,  tentu mempunyai strategi khusus misalnya membangun kompetensi publik dari banjirnya informasi di media sosial, dengan metode literasi media.

Metode literasi media  adalah kemampuan untuk mengakses, menelaah, menganalisis, dan juga mengkomunikasikan informasi dimedia.  Metode ini digunakan untuk menangkal dampak negatif dari media.

Dengan adanya literasi media diharapkan dapat meningkatkan daya kritis masyarakat sebagai pengguna media, sehingga tidak sembarangan untuk  menerima dan menyebar suatu  informasi yang tanpa adanya proses verifikasi terlebih dahulu.

Pemuda-pemuda yang cerdas adalah pemuda yang kritis dalam bermedia, teliti dalam membaca informasi sebelum membagikannya kepada orang lain, harus bisa memastikan apakah berita tersebut valid atau tidak, dengan cara melihat sumber berita, dan mengkaji apakah berita tersebut bermanfaat jika dibagikan  kepublik atau mengandung  unsur provokasi.

Perintah untuk menelaah suatu berita juga terdapat dalam  kitab suci Al-Qur’an, Allah Swt  berfirman dalam  Q.S. Al-Hujurat ayat 6 yang artinya “ Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan.”

Selain bersikap kritis terhadap konten berita dengan cara mengecek kebenarannya, kita juga ikut waspada  dengan berita-berita yang sifatnya provokatif yaitu berita yang sifatnya mengasut, selain itu kita harus mengecek sumber berita tersebut, dan juga memperhatikan foto yang tersaji dalam berita, apakah foto  asli atau foto yang direkayasa,  dan langkah terakhir yang bisa kita lakukan apabila menemukan berita hoax ialah dengan melaporkannya kepada kementrian komunikasi dan informatika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here