Home Fokus Nasional MILENIAL CERDAS ANTI BAPER

MILENIAL CERDAS ANTI BAPER

Oleh :Zikratul Maulia

Remaja atau pemuda merupakan individu yang memiliki fisik dan psikis yang mengalami perkembangan, sehingga pemuda memiliki peran penting untuk memajukan negara Indonesia. Pemuda memiliki jiwa aktif untuk mengetahui hal-hal yang baru.

Remaja juga bagian dari masyarakat yang produktif, oleh sebab itu mereka dijadikan pemeran penting dalam mengurus dan menjalankan kelangsungan kehidupan di dalam masyarakat pada saat mereka yang sudah tua dan yang masih anak-anak memiliki kemampuan yang terbatas dalam mengurus komponen kelangsungan kehidupan masyarakat, sehingga remaja dituntut untuk memiliki kemampuan, keterampilan, kelakuan yang baik, serta memiliki kesadaran dan rasa tanggungjawab yang tinggi untuk mengelola komponen-komponen kelangsungan kehidupan dalam masyarakat.

Menurut satries, 2009 pemuda adalah salah satu pilar yang memiliki peran besar dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga maju mundurnya suatu negara sedikit banyak ditentukan oleh pemikiran dan kontribusi aktif dari pemuda di negara tersebut.

Begitu juga dalam lingkup kehidupan bermasyarakat, pemuda merupakan suatu identitas yang potensial dalam tatanan masyarakat sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsa.

Oleh karena itu pemuda disebut juga sebagai harapan bangsa yag dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda maka akan menguasai masa depan.

Setiap generasi muda saat ini memang memiliki sudut pandang yg berbeda-beda. Dimana di era milenial ini generasi muda tidak banyak memikirkan masa depan, Namun lebih banyak memikirkan soal asmara yang terus menerus menjadi perbincangan kaum muda milenial.

Masa depan yang akan dipimpin oleh generasi muda tak kunjung terlihat terang, banyak nya faktor yang menjadi alasan hal tersebut. Generasi muda yang seperti ini patut mendapat arahan dan juga banyak hal yang turut mendukung untuk menjadikan remaja atau pemuda yang cerdas dan berprestasi sehingga tidak terjerumus kepada pergaulan bebas dan kenakalan remaja.

bHarusnya remaja atau pemuda menggunakan masa remaja dengan meningkatkan kualitas belajar dan memberikan citra yang baik kepada agama, bangsa, dan negara. Alquran mengantar umatnya dengan kisah-kisah pemuda, agar kapanpun, siapapun dan bagaimanapun keadaan umat ini, selalu terbit semangat muda yang bergelora. dengan landasan al-Qur’an surat an-Nisa ayat : 9

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya : “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”
Dan Allah juga berfirman didalam surat Al Kahfi [18] ayat 3 “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya, mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.”

Dari ayat diatas dapat di ambil kesimpulan bahwa menjadi pemuda dambaan peradaban Alquran pada hari ini, paling tidak harus memiliki empat hal, yaitu memiliki pemikiran yang dilandasi keikhlasan karena Allah, mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah, dan tak pernah berhenti mencari ilmu sebagai bekal hidupnya karena peradaban tidak akan pernah tegak tanpa ilmu. Selain itu kita juga dituntut untuk berusaha dan berdoa karena setiap doa tanpa usaha itu sombong, usaha tanpa doa itu bohong.

Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Pada masa transisi tersebut kemungkinan dapat menimbulkan masa krisis, yang ditandai dengan kecenderungan munculnya perilaku menyimpang. Pada kondisi tertentu perilaku menyimpang itu akan menjadi perilaku yang mengganggu. Sehingga Komunikasi yang baik sangat dibutuhkan. Hal ini akan berhubungan dengan tingkat kedewasaan. Masalah dapat diselesaikan dengan baik dan berbagai asumsi dapat ditanyakan dengan baik melalui komunikasi. Dan pada masa ini remaja lebih cenderung memiliki rasa baper kepada lawan jenis khususnya kaum perempuan, pada masa pertumbuhan memang sangat wajar hal ini terjadi, namun ketika komunikasi yang baik dapat dilakukan Hal ini akan menghindari kita dari berbagai rasa baper yang dialami layaknya cara menghadapi masalah yang bertubi–tubi. Cara menghilangkan sifat baper adalah berpikir lebih rasional dan tidak terlalu terbawa dalam emosi saat sedang dalam forum pembicaraan. Baper atau bawa perasaan lebih banyak dialami oleh wanita dibanding dengan pria. Hal ini karenakan wanita lebih mendahulukan hati dan perasaan saat menanggapi sesuatu dibanding dengan akal dan pikiran. Hal tersebut tentu tidak baik jika berlangsung dalam jangka panjang. Mengapa? Karena dengan memikirkan hal yang tidak berguna dan menghabiskan waktu dengan sia-sia, maka remaja atau pemuda lebih sedikit berprestasi dan justru tidak menghasilkan remaja yang lebih cerdas dan produktif.

Melihat kondisi tersebut di atas apabila didukung oleh lingkungan yang kurang kondusif dan sifat keperibadian yang kurang baik akan menjadi pemicu timbulnya berbagai penyimpangan perilaku dan perbuatan-perbuatan negatif yang melanggar aturan dan norma yang ada di dalam masyarakat. Maka dari itu Untuk membangun remaja yang sehat, cerdas, dan ceria harus dilakukan dengan beberapa upaya, diantaranya upaya yang dilakukan di lingkungan keluarga, di lingkungan sekolah, dan di lingkungan masyarakat. Kunci paling utama yang harus dilakukan adalah dengan menuntut ilmu dan tak pernah henti untuk selalu bertawakal serta beribadah kepadanya kemudian merubah kebiasaan diri terhadap hal-hal yang tidak berguna dan kembangkan potensi yang ada pada diri mulai saat dini untuk meraih masa depan dikemudian hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here