Home Fokus Nasional METODE DAKWAH DI ERA DIGITAL

METODE DAKWAH DI ERA DIGITAL

157
0

Oleh : Zikratul Maulia

Dakwah (Arab: دعوة‎, da’wah; “ajakan”) adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah sesuai dengan garis aqidah, syari’at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da’a yad’u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan.

Dakwah ialah menyeru kepada manusia untuk berbuat baik dan menjauhi yang buruk sebagai pangkal tolak kekuatan mengubah masyarakat dan keadaan yang kurang baik kepada keadaan yang lebih baik sehingga merupakan suatu pembinaan.

Dakwah dalam berbagai bentuknya senantiasa mengisi relung-relung kehidupan. Dakwah dilakukan dengan variasi strategi dan metode, serta melibatkan berbagai kalangan, baik individu maupun kelompok atau suatu lembaga. Dakwah ini pun menggunakan seluruh media komunikasi yang memungkinkan sesuai kebutuhan.

Melihat perkembangan teknologi yang semakin maju saat ini dan semakin eratnya manusia dengan dunia digital, ternyata turut berpengaruh terhadap cara penyampaian dakwah. Sejumlah pendakwah tampak mulai menyampaikan ajaran agama Islam dengan memanfaatkan teknologi, misalnya media sosial dan platform streaming.

Selain itu metode dakwah lain disampaikan melalui tatap muka Bahkan dalam waktu tertentu, khususnya di bulan suci Ramadan, ceramah agama membahana di seluruh mesjid dan musala, baik di malam hari maupun pada siang harinya.

Dan ceramah juga sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat pada saat waktu peringatan maulid nabi besar Muhammad SAW. Diseluruh daerah atau kawasan Aceh ikut membesarkan hari kelahiran nabi dengan mengadakan ceramah maulid besar-besaran, baik itu di lapangan kampung maupun di pesantren-pesantren.

Di zaman ini sedikit banyaknya ceramah yang dilakukan tatap muka, dan hanya menunggu hari-hari besar saja, namun jika kita liat ceramah yang disampaikan melalui video di berbagai media lebih banyak jamaah yang mendengar dan menonton nya.

Hal itu membuat dakwah konvensional alias tatap muka jadi semakin berkurang. Konten yang sifatnya tema-tema kajian sekarang sudah banyak disampaikan oleh para ustaz melalui layanan streaming video seperti Facebook Live dan Instagram live.

Menurut saya, dakwah yang sampaikan konvensional atau tatap muka lebih efektif karena dapat menggerakkan langkah untuk menghadiri kajian ilmu agama dan bisa saling mengajak orang lain untuk menghadiri nya dengan melihat suatu kajian ilmu.

ceramah melalui media digital juga dibenarkan dimana para jamaah yang ikut hadir dalam kajian online bisa saja mendengarkan ceramah dimana saja dan kapan saja tanpa halangan apapun. Dan ini metode yang dapat lebih memudahkan para jamaah serta dapat memberikan ilmu yang bermanfaat lebih banyak lagi.

Jamaluddin Kafie mengklasifikasi tujuan dakwah ke dalam beberapa tujuan. Diantara nya tujuan hakiki yaitu mengajak manusia untuk mengenal Tuhannya dan mempercayai-Nya sekaligus mengikuti jalan petunjuk-Nya.

Dan kemudian ada tujuan umum, yakni menyeru manusia untuk mengindahkan dan memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya. Dan yang terakhir adanya Tujuan khusus, yaitu bagaimana membentuk suatu tatanan masyarakat Islam yang utuh (kâffah).

Maka dari itu semua metode atau cara-cara untuk menyampaikan dakwah dapat dilakukan selagi dibarengi dengan tujuan mengajak semua orang agar lebih beriman dan bertaqwa kepada sang ilahi. Dan juga mengimbau kepada para pendakwah yang menggunakan metode digital agar tidak menyebarkan hal-hal negatif sehingga menjerumuskan masyarakat kepada jalan kemungkaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here