Home Fokus Nasional Menghadapi COVID 19 Dengan Ilkhtiar dan Tawakal

Menghadapi COVID 19 Dengan Ilkhtiar dan Tawakal

221
0

Oleh :Rifa Ulva Depi

Saat ini seluruh dunia risau dengan adanya suatu penyakit atau wabah yang disebut dengan COVID-19. Awal mula wabah ini berasal dari wuhan, ibu kota provinsi hubaei china dan sejak itu menyebar ke seluruh dunia dengan begitu  cepat. Adapaun gejalanya, seperti demam, batuk, sesak nafas dan akan mengakibatkan kematian. Di sinilah letak kekawatiran bagi seruruh manusia.

Namun seperti yang kita ketahui sekarang ini wabah telah menyebar ke seluruh dunia karena ketidak waspadaan sebelunya, sehingga virus ini mudah menyebar ke semua tempat dan seluruh penduduk negeri serta memberikan dampak buruk, baik bagi kesehatan, lingkungan maupun dampak pada perekonomian.

Saat semua aktivitas diberhentikan mulai dari para pekerja, pelajar, maupun kegiatan sosial lainnya demi mencegah tidak terjadinya penyebaran covid-19.

Wabah ini tak dapat diatasi dengan tepat tanpa sinergi yang baik antara individu, masyarakat, dan negara. Ketiganya harus berjuang bersama dalam menghadapi bencana dengan landasan yang sama dan satu, yakni ketakwaan kepada Allah.

Bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah tentunya sikap yang baik dalam mengahadapi keadaan seperti ini harus senantiasa mengingat Allah. Memperkuat keyakinan bahwa Allah Maha Pencipta dan Maha Mengatur segalanya.

Segala sesuatu yang diciptakan olehNya akan tunduk dan patuh pada semua aturanNya.Seorang mukmin wajib mempercai bahwa makhluk Kecil tak kasat mata itupun ciptaanNya.

Allah menciptakan segala sesuatu dengan qadarnya, begitu juga dengan virus, Allah menciptakannya dengan qadarnya untuk dapat menjangkit pada inang hingga menyebabkan penyakit.

Pun demikian dibalik terciptanya wabah corona. Manusia seharunya berupaya penuh memikirkan tantangannya, memetik hikmah dibalik wabah.

Sungguh segala sesuatu yang diturunkan merupakan sebuah teguran bagi hambaNya, agar hambaNya lebih meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepadaNya, dan berbaik sangka kepada Allah karna akan ada hikmah besar di balik musibah tersebut.

Setiap yang terjadi dalam kehidupan hakikatnya sudah tercatat didalam Lauhul Mahfuz. Bukan karena kebetulan melaikan atas izin Allah hal itu terjadi.

Jadi disudut dunia maupun kita hidup musibah akan selalu ada, ntah itu musibah kecil maupun besar. Sebab salah satu ciri dunia adalah Makanul musibah (Tempatnya musibah).

Disini kita sebagai mahluk yang lemah, sepatutnya kita hanya meminta kepada Rabb yang menjadikan sesesuatu dialah yang maha perkasa yang semua ada pada kekuasaannya.

Meminta agar selalu di lindung Allah dari penyakit yang bahaya ini, meminta kepada Allah untuk mengangkat penyakit ini. Namun diperlukan adanya ikhtiar untuk menjaga diri dari wabah ini.

Berikhtiar merupakan suatu hal yang wajib ketika ingin meraih sesuatu, maka barang siapa mau berikhtiar, ikhtiarnya dicatat sebagai ibadah.

Dengan adanya ancaman virus corona ini ikhtiar yang bisa dilakukan yaitu mencegah dan mengobati. Pencegannya yang bisa kita lakukan untuk Ruhiah dan jasmiah sebagai berikut:

Pertama adalah Ruhiah, yaitu kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah, dialah yang menjadikan ruh kita kuat karena hubungan dengan Allah perlu dijalin.

Cara untuk penguatan ruh yaitu dengan melaksankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, seperti melaksanakan amalan yang wajib dan meningkatkan amalan yang sunnah.

Memperbanyak ibadah baik itu dzikir, sholat, puasa, sedekah, dan berdo’a agar diberikan kekuatan pertahanan pada ruh sehingga semua penyakit, Allah dapat menjauhkannya.

Dialah Allah yang menjadikan sesuatu di muka bumi ini, Allah mengetahui segalah apa yang terjadi pada diri kita.

Selanjutnya jasmaniah atau fisik, jika ruh kita kuat maka fisik atau pertahanan tubuh kita akan sangat kuat untuk tercegahnya dari virus ini, sebagaimana untuk menguatkan fisik perlunya olahraga dan makan makanan yang sehat dan istirahat yang cukup ditambah dengan meningktakan asupan vitamin dapat meningkatkan kebugaran tubuh.

Berjemur dibawah terik matahari pagi, disamping dapat meningkatkan asupan vitamin D, sinar matahari juga dapat dipercaya meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Inilah sebagian ikhtiar yang bisa lakukan individu, selain mengindahkan anjuran mengisolasi diri, mengurangin interaksi dengan banyak orang demi memutus rantai penularan dari orang ke orang.

Disamping segala ikhtiar dilakukan selebihnya seorang mukmin wajib bertawakal dan berserah diri kepada Allah.Oleh karena itu, Dengan adanya ikhtiar maka kita tidak pula melupakan satu hal yaitu tawakal, menyerahkan segala urusan ini kepada Allah, Dengan seiizin Allah apaun bisa terjadi.

Menurut Imam Hambali, tawakal merupakan perbuatan hati, artinya tawakal bukan sesuatu yang diucapkan oleh lisan semata, bukan pula sesuatu yang dilakukan oleh anggota tubuh, tetapi tawakal merupakan perbuatan hati sehingga tidak terbentuk dalam fisik,seperti berdiam diri tanpa melakukan ikhtiar lahiriah. Artinya tawakal tidak meniadakan ikhtiar.

Dalam kaitan dengan virus corona ini kita tidak boleh hanya berserah diri kepada Allah, tanpa melakukan ikhtiar. Rasulullah SAW memberikan petunjuk bahwa tawakal itu tidak meniadakan ikhtiar yang masuk akal terkait dengan persoalan sebagaimana beliau tunjukkan dalam suatu hadis tentang perlunya mengikat unta sebelum berserah diri kepada Allah dengan tawakal.

Demikianlah ikhtiar serta tawakal dalam mengahadapi virus corona. Sebagai umat muslim senantia harus senantiasa optimis dalam menghadapi ujian kehidupan. Karena dengan optimisme kita bisa berfikir jernih dan benar. Sehingga dapat menemukan jalan keluar bukan malah menambah masalah dengan kepanikan.

Keadaan seperti ini adalah suatu ujian bagi kaum yang menyombongkan diri, bahwa tidak ada daya melaikan kekuatan dari Allah tidak ada yang selamat dari peringatan Allah seberapapun hebatnya jika Allah menghendaki maka dengan sekejap mata segala kehebatan dan kekuatan akan musnah, semua itu mudah bagi Allah.

Musibah ini adalah sebuah proses “Screening” untuk melihat siapa diantara kita yang baik kulaitas amalnya. Poinnya bukan pada, Apa musibahnya? Melaikan bagaimana cara kita menyikapi musibah tersebut. Ada banyak tipikal orang dalam menyikapi sebuah ujian.

Disinilah Allah akan menilai siapa yang paling hebat dalam menyikapinya dan siapa yang masih mampu mempersembahkan Ahsanu ‘Amalannya kepada Allah dalam keadaan pandemik ini.

Maka, Jadikanlah musibah ini sebagai sarana untuk mendewasakan keimanan kita, meningkatkan ketakwaan denganNya agar musibah ini membawa berkah bagi kita semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here