Home Fokus Nasional Mengemudi mobil dalam keadaan mabuk di Malaysia menghambat keselamatan Pengguna Jalan raya

Mengemudi mobil dalam keadaan mabuk di Malaysia menghambat keselamatan Pengguna Jalan raya

118
0

Oleh : Norizan binti Razali

Prodi: hukum keluargan Fakultas : Syariah & hukum
UIN Ar Raniry Banda Aceh

Pada tanggal 25 Januari 2020 di Jalan Ayer Itam, Pulau Pinang seorang penunggang motosikal berusia 40 tahun cedera parah ditabrak oleh pengemudi mobil mabuk berusia 24 tahun. Pada 9 Februari 2020, seorang pekerja kilang, berusia 39 tahun meninggal manakala isteri cedera apabila motosikal yang dinaiki ditabrak pengemudi mobil mabuk berusia 34 tahun.

Pada Tanggal 11 Februari 2020 di Butterwort, Pulau Pinang Dua sahabat berusia 19 tahun dan 21 tahun meninggal ditabrak pemandu wanita mabuk berusia 47 tahun. Pada 16 Februari, di lebuhraya LEKAS Negeri Sembilan seorang kemudi kereta berusia 34 tahun meninggal disamping tiga penunggang motosikal cedera ditabrak pengemudi mobil mabuk yang datang dari arah bertentangan. Pada tanggal 18 Februari di Alor Star , Kedah suami isteri bersama 2 anak berusia 10 tahun dan 11 tahun cedera di tabrak semasa dibahu jalan oleh mobil yang pengemudinya mabuk.

Pada 3 Mei 2020, Seorang Anggota polisi berusia 31 tahun meninggal di tabrak mobil yang pengemudinya mabuk ketika sedang bertugas dalam sekatan jalan raya ops Covid-19 susulan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) di awal pagi.

Pada pagi hari tanggal 1 Juni 2020, seorang penghantar makanan dirempuh pengemudi mobil mabuk di lebuhraya Sultan Iskandar menghala ke ibu negara Kuala Lumpur. Penghantar makanan itu meninggal di lokasi kejadian. Akibat pengaruh alkohol itu pengemudi mobil hilang akal dan telah menyebabkan seorang bapa kepada 4 orang anak meninggal dunia.

Ini membuat keluarga korban hilang ketua keluarga. Polis Diraja Malaysia (PDRM) melaporkan statistik 21 kasus ketabrakan dengan Sembilan kasus ketabrakan maut gara-gara pengemudi mobil dalam keadaan mabuk sejak Januari hingga Mei tahun ini. Cuma dalam tempoh waktu 5 bulan, pengemudi mobil dalam keadaan mabuk telah mengkorbankan Sembilan orang. Berbanding tahun 2019 kelmarin Cuma terdapat 23 kasus dengan 9 korban nyawa dalam tempoh waktu 12 bulan dari Januari sampai desember 2019.

Peningkatan kasus ini amat-amat membimbangkan pengguna jalanraya.
Sepertinya gak punya nilai nyawa yang terkorban gara-gara kehilangan akal seorang pemabuk yang kemudi mobil berisiko mentabrak 13 kali ganda berbanding pengemudi yang bebas dari pengaruh alkohol.

Piawaian Antarabangsa yang disarankan Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO), had kandungan alkohol dalam darah haruslah tidak melebihi 0.05 kerna bacaan 0.05 ini telah pun bisa memabukkan. Menurut Prof. Dr. Kulanthayan KC Mani, Pensyarah Jabatan Kesihatan Komuniti, Fakulti Perubatan dan Sains Kesihatan, Universiti Putra Malaysia, had alkohol yang digunapakai di Malaysia adalah 0.08.

Jika had kandungan alkohol dalam darah dapat dikurang , ini bisa mengurangkan kemabukan maka lebih ramai pengguna jalanraya dapat diselamatkan Hadith riwayat Imam Muslim dari Ibnu Umar r.a meriwayatkan bahawasanya Nabi bersabda “Setiap hal yang memabukkan itu khamr, dan setiap yang memabukkan itu haram”.

Kerajaan Malaysia bercadang membuat pindaan hukuman berkenaan Akta Pengangkutan Jalan 1987 bagi seksyen 45A dan Seksyen 44 yang mengenakan hukuman denda diantara RM1000-RM6000 atau penjara tidak lebih 12 bulan keatas mengemudi mobil secara mabuk dan hukuman denda RM20000 dan penjara maksima 10 tahun pada pelaku yg menyebabkan korban nyawa kerna Undang-undang sedia ada dilihat tidak setimpal atas kesalahan pelaku pegemudi mobil mabuk sehingga mengorbankan banyak nyawa pengguna jalanraya lain dan hukuman itu tidak memberi pengajaran kepada mereka.

Negara maju seperti Kanada menghukum pengemudi mobil dalam keadaan mabuk yang menyebabkan korban nyawa ini dengan penjara seumur hidup. Di United Kingdom, kesalahan yang sama dihukum di penjara 14 tahun dengan denda dan di Taiwan menghukum perlaku kesalahan ini sama dengan kesalahan membunuh. Sesuai dengan syariat Islam, Aceh telah menetapkan hukuman hudud 40 kali cambuk bagi peminum arak atau khamar.

Setiap orang atau badan hukum atau badan usaha dilarang memproduksi, menyediakan, menjual, memasukkan, mengedarkan, mengangkut, menyimpan, menimbun, memperdagangkan, menghadiahkan dan mempromosikan minuman khamar atau yang sejenisnya. Pelanggaran larangan ini bisa dikenakan hukuman ta’zir berupa kurungan 3bulan-1 tahun dan atau denda ant RP25 juta-RP75 juta. Kerna adanya undang-undang yang keras ini Aceh dapat menyelamatkan banyak nyawa dari perlaku yang hilang akal atau mabuk.

Selain itu, penjualan arak atau alkohol juga perlu dihadkan untuk memastikan pelaksanaan undang-undang lebih berkesan. Di Malaysia arak atau alkohol boleh dibeli pada bila-bila masa sahaja dan dijual dimerata-rata kedai. Selagi arak atau alkohol bebas diminum tanpa sekatan selama itu lah masalah ini gak akan dapat dibatasi , maupun sekeras mana hukuman yang di kenakan.

Kerajaan sewajarnya membendung tindakan penjualan arak atau alkohol secara berleluasa kerna keadaan itu menjadi punca kepada peningkatan pengemudi mobil yang mabuk.Kecanduan arak adalah satu masalah sosial membabitkan semua lapisan masyarakat.

Larangan mengambil minuman keras atau arak ini bukan sahaja ditekankan dalam agama Islam , bahkan turut diamalkan agama lain disebabkan kerosakan pengambilannya adalah besar. Masyarakat bukan Islam perlu mengerti tindakan meningkatkan hukuman terhadap pengemudi mobil diwaktu mabuk dan peraturan menjual arak atau alkohol harus diperkeras demi kebaikan masyarakat secara keseluruhan.

Janganlah masyarakat bukan Islam memandang Islam ini kejam tapi pandanglah dampaknya meminum arak ini kepada masyarakat semuanya.Apakah cukup dengan merubah Undang-undang itu pasti dapat melarang orang dari minum arak atau alcohol dan pastikah undang-undang dapat menyelamatkan lebih ramai masyarakat dari menjadi korban kepada pelakuan orang yang hilang akal disebabkan minum arak atau alkohol.

Pengharaman meminum arak ini disebabkan bisa buat orang hilang akal yang normal, tidak sadar dengan pelakuannya. Sebenarnya jalan yang terbaik adalah agar tidak ada minuman memabukkan ini bisa diberi izin untuk dibuat dalam negara Islam dan tidak diberi izin berleluasa untuk menjualnya dalam negara Islam.

Terserah kepada masyarakat bukan Islam untuk mendapatkannya dari luar. Maunya kesukaran mendapatkan minuman yang bisa memabukkan ini akan membuatkan suasana sebuah negara itu lebih aman lagi.

Sepertinya Malaysia, berdiri sebagai sebuah Negara Islam tetapi mempunyai fabrik membuat minuman yang memabukkan ini yang berada di Shah Alam Selangor diberi nama kilang Carlberg yang bermula beroperasi sejak tahun 1972 yaitu telah 38 tahun membuat minuman yang bisa memabukkan ini di Malaysia.

Pada satu sudut melarang dengan undang-undang dan hukuman tetapi pada satu sudut mengalakan penjualan dan pembelian minumam memabukkan ini atas alasan hasil cukai perusahan itu dapat menjana ekonomi Negara.

Dimanakah peranan pemerintah Negara sebenarnya untuk menyelamatkan Rakyat. Apakah rakyat sendiri yang dipersalahkan kerna tidak dapat mengawal pengambilan minuman yang bisa memabukkan kalau kandungan yang berada dalam darah itu melebihi had 0.05.

Apakah orang yang yang minum minuman memabukkan ini bisa menghitung berapa banyak yang patut diminum. Maka oleh itu pemerintah juga perlu mengadakan sekatan dalam pembelian minuman ini untuk individu kerana tidak ada siapa yang bisa mengawal masyarakat yang meminum minuman memabukkan ini di dalam rumah masing-masing. Ini lah masalah sosial yang sukar untuk dibendung di Malaysia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here