Home Opini MEMBANGUN KESADARAN BUDAYA MEMAKAI MASKER DI TENGAH PANDEMI

MEMBANGUN KESADARAN BUDAYA MEMAKAI MASKER DI TENGAH PANDEMI

162

Oleh ;  Khairul Mirza, Mahasiswa Prodi Sosiologi Agama, UIN Ar-Raniry

Pandemi corona Virus 19 adalah virus yang menyerang system pernapasan , penyakit infeksi ini disebut COVID-19, virus corona dapat menyebabkan gangguan system pernapasan, infeksi paru-paru, sesak nafas sampai kematian.Virus corona ini bias menyerang dan menular kemanusia, virus ini bias menyerang siapa saja, seperti lansia( golongan usia lanjut ) termaksud anak bayi, anak-anak, orang dewasa,ibu hamil dan ibu menyusui bias terpapar virus corona.

Pada akhir 2019 pertama kali virus corona ditemukan di kota wuhan, china, virus ini sangat cepat menular dan telah menyebar ke hamper semua Negara, termaksud Indonesia, penyebaran nya hanya dalam waktu beberapa bulan.

Hal tersebut membuat tatanan kenegaraan semakin semberaut, masyarakat semakin panik, banyak yang jatuh sakit dan beberapa Negara mengambil tindakan menerapkan kebijakan untuk melakukan lockdown namun Indonesia lebih menerapkan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona. Di Indonesia sendiri.

Virus ini dapat menular begitu cepat melalui percikan dahak dari saluran pernapasan, misalya sedang berda di ruangan yang sempit dan tertutup yang ramai degan sirkulasi udara yang kurang baik, atau kontak langsung dengan seseorang.

Gejala awal infeksi virus corana bias menyerupai gejala flue seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan dan sakit kepal. Setelah itu dejala akan menghilang atau memberat. Penderitaan dengan gejala yang berat bias mengalami demam yang tinggi, nyeri dada, demam tinggi, batu berdahak bahkan berdarah, sesak napas, gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus corona. Gejala-gejala virus corona ini umum nya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderitaan terpapar virus corona, sebagian pasien yang terinfeksi virus corona bias mengalami penurunan oksigen tanpa adanya gejala apapun.

Kebiasaan baru yang harus kita jalani tidak semesti nya adalah kebiasaan baru berdasarkan protokol kesehatan pademi Covid-19, kebiasaan adalah sesuatu penerapan yang dilakukan sekelompok karena pertimbangan sesuatu, kebiasaan berdasarkan protocol kesehatan, yaitu menggunakan masker saat kita melakukan kegiatan diluar rumah, dan mencuci tanggan menggunakan sabun dan air, itu sudah menjadi kebiasaan kita yang diajurkan pemerintah untuk mengatisipasi terpapar nya Covid-19, maka dengan itu kita haru menerapkan nya apabila ita beraktivitas diluar rumah,

Kita semua harus mengupayakan bahwa itu semua akan menjadi budaya dengan pola piker dan perilaku masyarakat, bukan sekedar ikut-ikutan, melainkan masyarakat otomatis melakukan nya, disaat kita berda di luar rumah, kita banyak melihat masyarakat memakai masker disaat berjalan, mengemudi kereta, itu adalah partisipasi dan kesadaran masyarakat semakin tinggi untuk menghindari terpapar nya covid-19.

Budaya memakai masker tidak bisa kita tinggalkan disaat kondisi dan situasi saat ini, karena dengan memakai masker dapat menutupi hidung dan mulut kita, sehingga disaat kita besyim dan batuk tidak mudah terpapar kepada orang lain, maka dengan itu sosialisasi memakai masker sangat gencar-gencar nya dilakukan oleh pemerintahan, guna untuk menyadarkan masyarakat begitu penting memakai masker.

Pemakaian masker perlu menjadi kesadaran bagi kita dan cara hidup bersama, budaya yang baru ini sangat penting (Urgen) untuk kita lakukan dengan memakai masker disaat berada diluar rumah dapat menghindarkan kita dari terpaparnya covid-19, untuk mendorong pentingnya memakai masker ini, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah membuat berbagai kebijakan-kebijakan agar masyarakat mematuhi segala protocol kesehatan salah satu nya memakai masker.

Seperti yang telah kita lihat banyak masyarakat yang mengabaikan dan enggan mengenakan penutup hidung dan mulut dari potensi paparan virus corona tersebut, sehingga pemerintah mengambil kebijakan untuk penertiban dan sosialisasi penting nya memakai masker, sehingga yang melanggar akan mendapatkan sanksi baik denda ataupun kerja sosial juga kerap dikenakan bagi para pelanggar.

Karena kita paham dan mengetahui , apabila dengan kesadaran penuh tidak terpaksa lagi menggunakan masker, misalnya, gunakan masker karena takut didenda, jadi sehingga kita tidak perlu lagi seperti itu, sehingga kesadaran tersebut patut kita terapkan dengan kesadaran agar terhindar dari paparan covid-19, sehinga dapat membudaya bagi kita sendiri degan terus-menurus kita memakai masker.

Upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekarang ini dalam memakai masker untuk mencegah penyebaran covid-19 terus dilakukan oleh pemerintah dan beberapa unsure terkait, dalam aktifitas keluar rumah meminta masyarakat membiasakan untuk memakai masker pada saat berada diluat rumah, apalagi saat berada diramaian, masyarakat harus membiasakan menggunakan masker, jadikan masker sebagai budaya dan gaya hidup untuk bersama sama mencegah penyebaran covid-19.

Terkait kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protocol kesehatan. Pemerintah , menerbitkan imbauan-imbaun dan peraturan-peratauran yang dapat menerapkan aka nada sanksi bagi masyarakat yang tidak patuh terhadap protocol kesehatan.dalam upaya untuk pencegahan covid-19, peran masyarakat sangat diharapkan, untuk selalu patuh dan disiplin dalam menerapkan protocol kesehatan.

Apabila kita biasakan dengan memakai masker secara terus-menerus , maka akan menjadi budaya baru ditengah-tengah kehidupan kita.

Seperti program yang dilakukan oleh pemerintah Aceh yaitu, Gerakan Pakai Masker Bersama (GEMA) serentak di seluruh Aceh untuk menyentak kepedulian kita semua akan ancaman virus corona yang mengancam jiwa masyarakat. kasus-kasus baru Covid-19 akan terus bertambah bila belum tumbuh kesadaran bersama, bahwa Covid-19 bisa dilawan dengan cara sangat sederhana.

Virus corona tak leluasa menular apabila semua orang disiplin mencuci tangan dengan sabun, tidak berkerumun, menjaga jarak antarsesama, dan memakai masker seperti pakaian yang wajib dikenakan sehari-hari. Sosialisasi pemakaian masker dilakukan secara dramatis dan masif supaya kesadaran pemakaian masker itu pun menjadi masif di seluruh Aceh.

Pemerintah Aceh pada 4 September 2020 akan menggencarkan kampanye pemakaian masker ke seluruh pelosok gampong di seluruh kabupaten/kota di Aceh melalui Gerakan Masker Aceh (GEMA).Kampanye itu merupakan upaya pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19) yang kasusnya semakin meningkat di Aceh, kata Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam surat bertanggal 25 Agustus 2020 yang ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota di Aceh.

Kegiatan ini dilaksanakan di 6.497 gampong, 4.044 masjid dan melibatkan 289 kecamatan, yang dibagi dalam 54 wilayah dengan koordinator para kepala SKPA serta didukung oleh 94 UPTD dan 808 Kepala SMA/SMK/SLB,” ujar Nova dalam suratnya kepada bupati/wali kota.Selain itu juga ada penyampaian materi pentingnya pakai masker untuk mencegah penularan COVID-19 di setiap mimbar khutbah Jumat.

Selanjutnya ada penyerahan masker kepada para pengurus masjid untuk dibagikan kepada para jamaah shalat Jumat, pemasangan spanduk di meunasah, hingga penyerahan masker kepada masyarakat gampong serta sejumlah kegiatan sosialisasi lainnya.

Kita semuanya patut bersyukur Alhamdulillah bahwa di Aceh sendiri kasus sampai hari ini ada 1.241 berdasarkan laporan pak gubernur. Ini masih dalam angka yang kecil, tapi jangan dibiarkan untuk membesar lagi.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here