Home Fokus Nasional Masuknya Pandemi ke Daerah Kami

Masuknya Pandemi ke Daerah Kami

487
0

Oleh : Rifa Ulva Depi

Virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) adalah kelompok besar virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Menurut data dari WHO, gejala-gejala yang paling umum disebabkan oleh Covid-19 adalah demam, rasa nyeri, hidung tersumbat, sakit tenggorokan dan diare. Gejala-gejala yang dialami bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Bahkan ada beberapa yang terkena virus ini tanpa ada gejala apapun dan merasa sehat seperti biasa.

Penyebaran virus Covid-19 dapat terjadi akibat kontak antara manusia. Orang dapat tertular Covid-19 dari orang lain yang sudah dahulu terinfeksi virus ini. Covid-19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit Covid-19 bersin atau batuk-batuk.

Percikan-percikan yang jatuh tersebut baik mengenai lantai, dinding, atau wadah apapun yang ada di sekitarnya itu akan meninggalkan virus tersebut, dan akan menular ke orang-orang yang berinteraksi atau menyentuh wadah-wadah yang terkena percikan dari orang yang terinfeksi virus itu.

Secara logika sederhana kontak terjadi didorong oleh interaksi manusia salah satunya akibat aktivitas perjalanan lintas kota, negara, dan lain sebagainya.Tepat pada tanggal 2 Maret 2020 pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa sudah terdapat pasien yang positif terinfeksi virus Covid-19 dan hampir setiap harinya pasien positif terus bertambah bahkan ada yang sudah meninggal.

Dari hari ke hari pasien positif virus ini maupun yang masih dalam pengawasan (PDP) terus bertambah, dan data yang meninggal mengalami kenaikan. Tanpa terkecuali virus ini terus menyebar ke semua pelosok negeri dan singgah disemua provinsi yang ada di Indonesia tanpa terkecuali provinsi Aceh.

Aceh sendiri merupakam provinsi paling barat dari Indonesia yang letaknya sangat jauh dari pulau Jawa yang merupakan tempat dimana pasien positif Covid-19 pertama kali ditemukan. Melihat dari jarak yang cukup jauh mumbuat kita masih merasa aman akan virus tersebut.

Penyebaran covid-19 dari hari ke hari semakin meluas dan jumlah pasien yang positif semakin bertambah. Melihat situasi ini pemerintah Indonesia menyerukan agar semua daerah memerintahkan masyarakatnya agar tetap di rumah (Stay at home) untuk memutus rantai penyebaran dari virus ini.

Melihat data yang ada di lapangan, seruan ini sepertinya tidak ada efeknya. Penyebaran covid-19 terus meluas dan membuat pasien yang positif terus melonjak bahkan sampai ke daerah-daerah pelosok negeri ini. Pada tanggal 6 mei 2020 Aceh data dari Kemkes RI pasien yang positif covid-19 berjumlah 12 orang dengan 1 pasien yang meninggal. Dari 12 orang pasien, 2 orang diantaranya adalah pasien yang positif covid-19 tersebut berasal dari Kabupaten Gayo Lues, 1 pasien dinyatakan sembuh, namun yang 1 lagi masih dalam perawatan tim medis dari Gayo Lues.

Hampir semua pasien yang terinfeksi virus ini merupakan orang yang baru pulang dari luar daerah, itu artinya virus ini dibawa dari suatu daerah tempat dimana orang ini datang. Dari penjelasan WHO virus ini bisa tersebar dari orang ke orang melalui interaksi sehari-hari.

Di Aceh sendiri tak terkecuali kabupaten Gayo Lues, pemerintah sendiri pemerintahkan agar semua sisi jalan masuk ke Gayo Lues sudah di lakukan penjagaan untuk orang-orang yang keluar masuk Gayo Lues.

Di semua perbatasan dilakukan pemeriksaan sangat ketat untuk mencegah orang masuk yang mungkin terkena covid-19. Namun Pada ditanggal 18 April 2020 Gayo Lues angka pasien PDP yang positif covid-19 menjadi 1 orang .

Di Gayo Lues terdeteksi positive corona melalui OTG. Orang Tanpa Gejala (OTG). OTG bisa diartikan sebagai dua hal. Pertama mereka mungkin memang sehat tanpa ada virusnya. Yang kedua, bisa saja mereka kelihatan sehat meskipun ada virus dalam tubuhnya.

Dari penjelasan tersebut apakah penjagaan dan pemeriksaan di semua sisi jalan masuk ke Gayo Lues efektif dilakukan ? tentunya, dapat dipastikan bahwa penjagaan yang dilakukan diperbatasan belum efektif, dikarenakan keterbatasan alat yang dimiliki petugas untuk mendeteksi virus corona. Pada dasarnya pemeriksaan yang dilakukakan disisi jalan itu, hanya berupa pengecekan suhu tubuh, serta menanyakan dari mana, tujuan kemana, dan apakah pernah keluar daerah.

Tentu jika itu saja dilakukan tidak efektif.
Selain melakukan pemeriksaan disetiap sisi jalan, kemudian anjuran pemerintah untuk mengkarantina orang yang baru masuk ke Gayo Lues, Pemerintah juga seharusnya melakukan pemeriksaan untuk Orang Tanpa Gejala (OTG), untuk mengetahui apakah OTG benar-benar memiliki COVID-19, caranya ialah melakukan pemeriksaan swab atau PCR (Polymerase Chain Reaction).

RT-PCR, tes dilakukan dengan cara mengambil bagian cairan tubuh yang banyak mengandung virus. Caranya yaitu dengan diusap (swap) ke bagian hidung yang paling dalam. Selain melakukan pemeriksaan, pemerintah juga memberikan sosialisasi mengenai pencegahan covid-19 kepada pada masyarakat baik yang sudah tahu tapi masih menyepelekan maupun kepada masyarakat yang belum tahu mengenai bahaya virus ini kemudian pemerintah juga membentuk tim gugusan dalam melakukan pencegahan covid-19.

Hal ini seharunya bisa membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan terhadap penyebaran covid-19 ini, gunanya agar tidak menambah angka orang yang positif covid-19 di Gayo Lues, dan Masyarakat Gayo Lues bebas dari virus berbahaya ini.
Pemutusan penyebaran virus sangat penting jangan sampai kita merana karana corona. Perlunya kesadaran dari pemerintah dan dari kita semua.

Oleh karna itu, untuk mewujudkan hal tersebut, kita diharapkan untuk tidak bermigrasi dari satu kota ke daerah lainnya, karena kita tidak bisa memastikan apakah kita terbebas dari covid-19 ini. Bisa saja kita membawa virus atau terkena virus, maka baiknya kita berdiam disatu tempat.

Melakukan social and physical distencing (jaga jarak dan hindari keramaian) Diam di rumah dan mulai mengkarantina mandiri sangat perlu kita lalukan untuk menghindarkan diri dari pandemi corona, Selain itu,kita juga lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap virus ini, dengan selalu menjaga kesehatan serta melakukan hal sederhana seperti, menggunakan masker ketika ingin berpergian, menggunakan handsainitazer, cuci tangan pakai sabun setiap saat, dan menjaga kebersihan diri, lingkungan, serta melalukan penyemprotan disinpektan disekitar pekarangan rumah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here