Home Aceh Mari Taati Aturan Social Distancing Dengan Tak Hanya Di Rumah Saja

Mari Taati Aturan Social Distancing Dengan Tak Hanya Di Rumah Saja

304

Oleh : Fitri saharayani

Loh bukannya kita di anjurkan untuk di rumah saja, untuk membantu pencegahan dini dan mengurangi penyebaran Virus?. Ya, tentu saja kita dianjurkan untuk melakukan pencegahan dini untuk membantu mengurangi penyebaran virus di saat pademi ini.

Namun, jika hanya di rumah saja tanpa melakukan aktivitas apapun itu juga justru hanya membuang-buang waktu dengan tidak tahu harus melakukan apa, ada baiknya kita melakukan Social distancing sekaligus melakukan kegiatan yang bermanfaat sehingga waktu luang tidak terbuang sia-sia.

Ditengah pademi saat ini semua kegiatan di stop secara fisik sehingga semua pekerjaan, kuliah dan sekolah dilakukan secara daring, sehingga waktu luang semakin banyak.

Namun bagi yang sedang tidak melakukan kegiatan daring tentu membosankan jika hanya di rumah saja. Ada baiknya melakukan kegiatan yang bermanfaat sehingga proses social distancingnya tidak berlalu membosankan begitu saja.

Kita di anjurkan untuk melakukan social distancing namun bukan berarti harus berada di rumah saja, social dapat dilakukan dengan menghindari berkerumunan dan berada di keramaian.

Namun selain di rumah saja berada di daerah pergunungan bahkan lebih memungkinkan untuk melakukan social distancing.

Selain keadaan alam yang masih segar dan alami yang sangat mendukung, selain kita sangat terhindar dari kerumunan dan keramaian, kita juga terhindar dari fikiran-fikran negatif di tengah pademi yang terkadang memicu munculnya panik attack.

Karna terkadang di tengah pademi ini masyarakat banyak mengalami panik attack yang berlebihan, yang seharusnya di hindari, sehingga kita dapat tetap melakukan kegiatan secara normal dan tetap positif thinking terhadap apa yang sedang terjadi.

Untuk membantu pencegahan dapat di mulai dari pribadi diri sendiri, menjaga kesehatan dengan rajin berolah raga dan makan makanan yang sehat, dan senangtiasa berfikir positif terhadap apa yang sedang terjadi.

Berkebun sangat membantu karna tanpa kita sadari kita telah melakukan gerakan fisik di saat kita berkebun, jadi secara tidak langsung kita telah melakukan olah raga dan tentunya mengalihkan perhatian kita sejenak dari kepanikan pademi saat ini.

 

Berkebun di tengah pademi yang melanda saat ini sangatlah cocok untuk mengisi waktu luang, karna kita cukup melakukan kegiatan bercocok tanam di rumah atau pun di kebun, kita dapat mengisi waktu luang dengan hobi baru.

Berkebun bahkan menjadi pilihan masyarakat yang tinggal di daerah tropis seperti Aceh Tengah dan Gayo lues, tak sedikit tanah lahan yang beberapa bulan lalu kosong kini mulai di tumbuhi tanaman-tanaman yang baru.

Jadi menaati aturan social distancing yang membosankan bisa menjadi lebih menyenangkan di lakukan bersama keluarga tanpa harus berdiam di rumah saja.

 

Bahkan, beberapa karyawan kantoran yang saat pademi ini tidak melakukan kegiatan kantoran kini mulai membuka lahan-lahan kosong.

Dan tidak sedikit dari mereka memilih untuk menetap di perkebunan dan memulai bercocok tanam.

Justru sebagian mereka mengajak keluarga sekalian, keadaan seperti ini dapat menambah quality time bersama keluarga yang jarang bisa dilakukan di hari-hari yang selalu di penuhi kesibukan.

Bukankah dengan begitu social distancing pun akan terasa lebih bermanfaat dapat dikatakan pademi saat ini sebagai ajang menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta. Dan dapat dikatakan ini salah satu hikmah dari hadirnya Covid 19 saat ini.

Kita mungkin tidak dapat membantu tenaga medis dalam mengobati pasien korban Covid 19 secara medis, namun kita dapat membantu mereka dengan menaati aturan sehingga membantu mencegah penyebaran Covid 19 ini semakin melebar.

Pademi Covid 19 walau memiliki banyak hal negatif, namun bukan berarti tak ada hal yang menjadi dampak positif, justru hadirnya Covid 19 di tengah kesibukan manusia yang tak terhentikan seakan di kejar waktu, membawa hikmah yang besar ditengah bulan suci Ramadhan, Corona membawa keluarga kembali ke dalam rumah dan melakukan aktivitas keluarga bersama. Corona membuat manusia banyak berdoa dan berharap pada_Nya dan tidak semata-mata mengandalkan sains dan teknologi.

Corona memberi kesempatan kepada kita untuk menyadari bahwa kematian itu nyata dan dekat dengan kita.

Corona menyadarkan kita bahwa apa yang kita miliki adalah milik tuhan yang bisa di ambil kapan saja .

Percayalah, Allah menurunkan sesuatu dengan hikmah, ada pelajaran besar dalam hal ini mereka yang arif dan bijaksana untuk melihat dan menyadari setiap yang terjadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here