Home Aceh Maraknya Tabarruj di Kampus.Cowok,ngak liat rugi,pas liat neraka menanti!!!

Maraknya Tabarruj di Kampus.Cowok,ngak liat rugi,pas liat neraka menanti!!!

154
0

Oleh :KURNIATI

Mahasiswi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam.Fakultas Dakwah dan Komunitas,UIN AR-RANIRY Banda Aceh.

 

Seperti yang kita ketahui bahwa sanya maraknya tabarruj disekitar kitadan tidak dipungkiri bahkan dikalangan kampus juga tabarruj merajalela hal ini terjadi karena,yang mana kurangnya pemahaman tentang agama,kurangnya rasa malu,dan bahkan tau tapi merasa masa bodoh dengan larangan-larangan dari Allah SWT.Sehingga yang dipikirkan hanyalah kesenangan dunia , keindahan dunia,bahkan berpikir hidup cuma sekali, rugi dong kalau tidak menikmati masa muda dengan baik,mulai dari fashion ala barat dan make up ala artis papan atas.

 

Umat muslim sekarang seakan lupa bahwa hidup ini untuk mati,bukan hidup untuk fashion.Membahas fashion,tanpa kita sadari bahwa fashion yang sering dilakukan termasuk tabarruj.

 

Apa itu tabarruj??

Tabarruj adalah seorang wanita menampakan perhiasannya atau kecantikannya serta sesuatu yag wajib ditutupinya yang dapat membagkitkan Syahwat laki-laki.

Lalu, seperti apakah bentuk tabarruj yang dilarang itu? Nah Berikut bentuk-bentuk tabarruj yang dilarang agar kita semua bisa mulai menghindari perbuatan yang termasuk tabarruj ini.

 

-Jilbab yang tidak menutup seluruh tubuh

 

Jilbab artinya pakaian, yang digunakan oleh wanita untuk menutup auratnya. Berdasarkan firman Allah SWT dalam surat al Ahzaab ayat 59:

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا

Artinya:Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

, “Hendaknya mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka”. Maka, jika seorang wanita menggunakan jilbab yang hanya dari pundak dan bukan dari atas kepalanya, maka hal ini termasuk ke dalam tabarruj. Jadi, gunakanlah jilbab dari kepala dan ulurkanlah kain jilbab itu hingga menutupi seluruh tubuh agar sempurna.

 

-Jilbab yang membentuk tubuh wanita

 

Jilbab haruslah longgar dan tidak membentuk tubuh wanita seperti yang sering kita lihat memakai jilbab lalu mengikat kebelakang sebagai bentuk fashion padahal jilbab juga harus terulur dari atas kepala hingga bawah, sesuai keterangan para ulama bahwa jilbab itu adalah satu pakaian yang menutupi seluruh tubuh wanita dari atas samai bawah. Dalam hal ini, pakaian yang dipilih juga harus dari bahan yang tidak membentuk tubuh untuk menghindarkan lekuk tubuh wanita terlihat saat bergerak.

 

-Jilbabnya dijadikan sebagai perhiasan

 

Hikmah besar dari diwajibkannya jilbab bagi para wanita ketika keluar rumah adalah untuk menutupi kecantikan dan perhiasannya sehingga dirinya tidak terlihat menarik perhatian laki-laki yang bukan mahramnya. Hal ini sesuai firman Allah di surat an Nuur ayat 31:

 

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيْرِ أُو۟لِى ٱلْإِرْبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفْلِ ٱلَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا۟ عَلَىٰ عَوْرَٰتِ ٱلنِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

Arti: Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

 

Oleh karena itu, maka menjadi hal yang menyimpang jika seorang wanita menjadikan jilbab yang dipakainya sebagai perhiasan yang membuatnya tampak cantik dan menarik di mata para lelaki yang bukan mahram. Hal inilah yang sering kita temukan di sekitar kita bahkan tak jarang dikampus juga , sejak maraknya jilbab gaul dan jilbab modis di kalangan masyarakat.

 

-Menggunakan pakaian tipis atau transparan

 

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Akan ada di akhir umatku (nanti) wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, di atas kepala mereka (ada perhiasan) seperti punuk unta, laknatlah mereka karena (memang) mereka itu terlaknat (dijauhkan dari rahmat Allah SWT)”. Dalam hadis lain ada tambahan, “mereka tidak akan masuk surge dan tidak dapat mencium bau (wangi)nya, padahal sungguh wanginya dapat dicium dari jarak sekian dan sekian”.

 

Dari hadis Rasulullah di atas, Imam Ibnu ‘Abdil Barr berkata, “Maksud Tasulullah SAW (dalam hadis ini) adalah wanita-wanita yang mengenakan pakaian (dari) bahan tipis yang transparan dan tidak menutupi (dengan sempurna), maka mereka disebut berpakaian tapi sejatinya mereka telanjang

 

-Memakai wewangian

 

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad)

 

Maka, dari semua larangan di atas sesungguhnya bertujuan untuk menjaga wanita dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya. Tentu hal ini akan membantu seorang wanita menghindari fitnah dan menjaga diri serta kehormatannya. Bagaimanapun, kecantikan seorang wanita hanyalah berhak untuk dinikmati oleh suaminya saja.

 

Maka Oleh karena itu Allah SWT melarang bertabarruj. Agar kita terhindar dari dosa dan hal yang buruk.Alangkah indahnya aturan- aturan dari Allah dan semua itu menguntungkan kita ,namum kenapa kita masih melakukan yang dilarang Allah SWT? Semoga dengan ini kita menjadi wanita shalihah dan dirindukan oleh surganya Allah.Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here