Home Aceh MAQASID SYARIAH DALAM HUBUNGAN SESAMA KAUM 

MAQASID SYARIAH DALAM HUBUNGAN SESAMA KAUM 

303
0

Oleh ; Siti Dania Binti Mohd Nazri

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum

Universitas Islam Ar-Raniry Banda Aceh

Dasar asal bagi berbeda agama dan bangsa adalah keamanan. Artinya kita semua perlu menjalani hidup harmoni dengan aman dan sejahtera. Untuk memelihara agama yang merupakan maqasid syariah yaitu yang paling utama, keamanan adalah satu elemen yang sangat penting.

Tanpa keamanan, pemeliharaan agama tidak akan berlaku dengan baik. Maka keamanan dan keharmonian adalah perkara yang sangat penting dalam hubungan sesama kaum yang berteraskan maqasid syariah.

Peperangan bukan dasar asal dalam hubungan sesama kaum, ia hanya boleh dimulakan dalam keadaan yang memerlukan. Pada pandangan saya, perang antara umat Islam dan golongan Non-Islam bukanlah karena perbedaan agama. Jika karena perbedaan agama, sudah pasti kita tidak dapat hidup aman sehingga hari ini.

Apabila semua kaum dengan pelbagai agama menjadikan peperangan itu sebagai dasar, sudah tentu dunia ini tidak akan mewujudkan suasana yang aman dan harmoni karena masing-masing itu sibuk dengan berperang dan berbunuhan.

Misalnya, di Indonesia, penduduknya majoritas beragama Islam, adakah kita hendak mengisytiharkan peperangan terhadap golongan Non-Muslim? Tidak sama sekali.

 

Perang hanya diperlukan apabila wujudnya penindasan dan kezaliman. Misalnya umat Islam dizalimi, maka Islam membenarkan umat Islam yang dizalimi untuk bangun mempertahankan hak mereka dengan berperang. Jika tiada penindasan dan kezaliman, maka kita mestilah mewujudkan keamanan dan keharmonian antara satu sama lain tanpa memandang atau membedakan bangsa dan agama.

Harus bagi orang Non-Muslim mempelajari tentang maqasid syariah, tujuannya karena untuk memperlihatkan keindahan Islam yang mempunyai maqasid yang kukuh yang menjadikan syariah itu lebih cantik dan utuh di mata mereka.

Walau bagaimanapun, mereka tidak boleh dijadikan sebagai sumber rujukan hukum kepada umat Islam. Karena ia tidak bertetapan dengan asas ilmu Islam, karena syarat bagi orang yang dijadikan sumber rujukan hukum-hakam adalah beragama Islam.

Kesimpulannya, kita perlu ada tindakan yang mengawal perbuatan yang tidak wajar, seperti menghina agama, kaum dan individu yang lain karena tindakan itu boleh meruntuhkan keamanan. Jadi tindakan undang-undang yang tegas mesti diwujudkan.

Namun begitu, masyarakat Muslim haruslah berinteraksi dengan hikmah dan bijak dengan kaum yang lain. Jika kita dapat berpegang kepada dasar asal Islam yaitu keamanan, kita tentu dapat bertindak dengan tepat mengikut situasi. Jangan mudah bertindak mengisytiharkan pergaduhan atau permusuhan ke atas golongan Non-Muslim.

Karena dalam Al-Qur’an menyuruh kita untuk memaafkan orang Non-Muslim yang tidak beriman dengan hari akhirat walaupun mereka melakukan perbuatan yang tidak sewajarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here