Home Aceh Lulusan STAIN Meulaboh Diharapkan Menjadi Inspirator Dalam Berinovasi

Lulusan STAIN Meulaboh Diharapkan Menjadi Inspirator Dalam Berinovasi

116
0

Meulaboh– Menjadi Inspirator atau agen perubahan dalam melakukan inovasi dalam rangka menciptakan lapangan kerja baru di era Revolusi Industri 4.0 seperti saat ini sangatlah penting bagi lulusan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, hal itu disampaikan Dr. Inayatillah, M.Ag, Ketua STAIN Meulaboh saat memberi arahan pada wisuda sarjana strata satu (S1) Angkatan IX tahun akademik 2019/2020 di aula kampus setempat. Kamis, 3 Desember 2020

Inayatillah menyebutkan,”Skill dan kemampuan handal yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di STAIN Meulaboh harus dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari, ditambah lagi dengan perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut para generasi untuk menguatkan potensi yang cakap dan handal dalam dunia kerja” ungkapnya.

Lebih lanjut beliau juga menambahkan “Wujud komitmen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh untuk terus memantapkan diri sebagai institusi pendidikan yang berkualitas, berdaya saing dan mampu berperan dalam merealisasikan visi dan misinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang rahmatan lilalamin, hal ini sesuai dengan tema yang kita angkat pada wisuda kali ini yaitu kampus merdeka dalam pengkajian ilmu-ilmu keislaman berbasis turats,” tambah Inayatillah

Kita sangat menyadari bahwa dunia pendidikan terus bergerak dimana banyak perubahan yang terjadi untuk mengikuti persaingan global saat ini.”Satu terobosan yang akan menjadi input positif bagi seluruh kampus adalah kebijakan kampus merdeka, maka dari itu terobosan ini patut kita apresiasi karena memungkinkan mahasiswa mendapat lebih banyak pengalaman dan wawasan serta ilmu bukan hanya didalam kampus saja, melainkan juga diluar.” terang Inayatillah

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Inayatillah, M.Ag mengucapkan rasa terima kasih yang paling dalam kepada Bapak/Ibu, orangtua/wali/keluarga wisudawan dan keluarga besar STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, yang telah berkontribusi dalam mencetak para wisudawan, para cendekiawan muda yang akan menjadi agen perubahan masyarakat pada hari ini. Semoga Allah selalu memberi hidayah kepada kita, dan meridhai semua rencana dan perbuatan kita. Amiiin, ya rabbal’alamiiin.

Sementara itu, Dr. Ir. H. Azwar Abubakar, MM sebagai Orator Ilmiah memaparkan bahwa dalam kondisi saat ini dengan berbagai tantangan dan kondisi pandemi Covid-19 manusia harus menyakini bahwa semua kita akan kembali kepada Allah Swt dengan jalan Tawakkal. Apalagi manusia yang Allah ciptakan sebagai khalifah di muka bumi ini yang mempunyai ilmu pengetahuan dan sebagai pemimpin di bumi ini.

“Sebagai khalifah manusia harus mampu mengendalikan dan memanfaatkan tehnologi yang ada untuk kebaikan, manusia mempunyai kemampuan luar biasa yang belum di expose, misalnya kemampuan para Hafidh menghafalkan Alquran dengan screning, dan ilmu itu adalah cahaya yang terpatron dalam hati membuat kita dapat memotret perubahan dan menyikapinya itu serta kita dapat juga mendapat hikmah dari Allah SWT,” jelasnya Dr. Azwar Abubakar yang juga sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia periode 2011-2014.

“Dengan perubahan seperti yang kita rasakan saat ini, diharapkan kita mampu menjawab perubahan itu dengan ilmu pengetahuan, maka oleh karena itu kepada semua para wisudawan terus berkarya, membaca dan berinovasi dalam era tehnologi saat ini, jangan terlena dan diam dalam perubahan tersebut,” pesan Dr. Azwar Abubakar

Adapun wisuda angkatan IX tahun akademik 2019/2020 yang dilaksanakan secara tatap muka dan telah mematuhi segala protokol kesehatan tersebut meluluskan 263 orang, terdiri dari 153 mahasiswa jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, jurusan Tarbiyah dan Keguruan sebanyak 110 dan serta dari Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam dengan jumlah mahasiswa 18 orang dan tiga orang dengan lulusan terpuji dari masing-masing jurusan.

Diantaranya Rica Rahayu dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Jurusan Tarbiyah dan Keguruan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.93, Lasmi Novita dari Prodi Hukum Tatanegara Islam Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam dengan IPK 3.97 dan Wahyu Khairul Ikhsan dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam dengan IPK 3.77.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here