Home Aceh Lindungi Anak Usia Bawah Umur Dari Kekerasan Seksual

Lindungi Anak Usia Bawah Umur Dari Kekerasan Seksual

265

Oleh ; Ira ulvawati, Mahasiswi uin Ar- Raniry Banda Aceh, prodi Sosiologi Agama

Kekerasan seksual yang terjadi terhadap Anak usia bawah umur kembali marak terjadi. tak hanya Indonesia saja tetapi di Aceh juga kembali terjadi dengan berbagai modus dari pelaku terhadap korban ( Anak usia umur). Hal yang lebih tragis dari kasus ini ialah kebayakan dari pelakunya merupakan orang yang berada di lingkungan sekitar, seperti lingkungan sekolah, maupun lingkungan sosial Anak.

Menurut End Child Prostitution in Asia Tourism (ECPAT) Internasional Kekerasan seksual yang terjadi terhadap anak usia umur merupakan hubungan interaksi seorang anak dengan orang yang lebih tua dari nya atau orang dewasa seperti orang asing. Bahkan hal ini terjadi bukan interaksi dengan orang asing saja. Tetapi dengan keluarga sekandung atau bahkan ayah kandung dari anak sebagai korban kekerasan seksual.bukan kah hal ini sungguh kejam, tak bisa bayangkan bagaimana nasib anak (korban) mendapatkan perlakuan kejam yang tak pantas mereka dapatkan. terlebih kepada anak yang usia bawah umur. Hal ini sangat merugikan anak terhadap kesehatan fisik dan psikisnya. Mereka tidak pantas untuk mendapatkan prilaku yang kejam tersebut. sangat disayangkan jika para orang tua tidak mengawasi anak- anak nya dengan baik. Sebagai orang tua sudah menjadi tugasnya dalam menjaga dan mendidik anak. Terkhusus pada anak yang masih bawah umur. Mengawasi anak tidak hanya dirumah saja. Namun juga ikut mengawasi dalam pergaulan dan lingkungan sosial sang anak. Penting bagi orang tua dalam mengetahui bagaimana pergaulan sang anak dan mengenali bagaimana lingkungan sosial sang anak. hal ini bertujuan salah satunya agar sang anak tidak salah dalam memilih pergaulan dan tidak salah dalam menempati suatu lingkungan sosial. Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Karena itulah peran orang tua sangat penting dalam mengawasi dan melindungi sang anak dari berbagai hal- hal yang tidak diinginkan. Terkhusus pada kejahatan kekerasan seksual yang mengincar anak- anak usia bawah umur.

Mengawasi dan menlindungi anak bawah umur bukan hanya penting bagi orang tua saja, namun hal ini juga penting untuk pemerintah dalam memberi perlindungan terhadap anak apabila terjadi sesuatu atau kajahatan yang menimpa anak. Sebelumnya Undang- Undang ataupun KUHP belum sepenuhnya dalam melakukan kebijakan terhadap perlindungan hal- hak anak yang menjadi korban kekeran seksual pada anak, hal ini dikarenakan ancaman saksi pidana yang masih ringan sehingga menyebabkan pelaku kekerasan hanya dihukum ringan saja bahkan juga yang tidak mendapatkan hukuman. Sehingga lahirnya Undang- Undang no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan memberikan harapan yang lebih menjanjikan bagi anak yang menjadi korban kekerasan agar mendapatkan perlindungan. Dan Undang- undang ini juga telah mendapatkan ancaman pidana yang cukup berat dan menggunakan batas minimal. Sehingga pelaku kekerasan pada anak tidak dapat bebas dari tuntutan perlindungan anak yang menjadi korban kekerasan. Hal ini membuat rasa khawatir serta rasa takut orang tua anak yang menjadi kekerasan seksual menjadi terobati. karena mereka tidak perlu lagi khawatir jika pelaku kekerasan akan lari dari tanggung jawabnya. Akan tetapi orang tua maupun masyrakat memberikan laporan kepada pihak berwajib agar kejahatan yang di alami dapat di selesaikan oleh pihak berwajib. bukan bertindak main hakim sendiri. Tetapi akan lebih baik jika hal tersebut diserah kepada pihak berwajib. karena sudah menjadi tugas mereka dalam mentuntaskan berbagai kejahatan yang terjadi dalam masyarakat.

Kekerasan seksual yang terjadi pada anak usia bawah umur sangat berbahaya dan memberikan dampak yang cukup fatal bagi anak sebagai korban dari kekerasan seksual, hal ini tidak hanya berdampak buruk terhadap fisiknya, namun juga berdampak buruk bagi kesehatan psikis, salah satu contoh seperti mengalami traumatis yang terus menerus menghantui hingga Anak meranjak dewasa. Hal ini juga berpengaruh terhadap mental sang anak mereka menjadi takut untuk berinteraksi dengan orang lain. Apalagi dengan orang yang berlawanan jenis. Bukan kah hal ini sangat merugikan terhadap anak? Seharusnya mereka bisa menjadi orang yang hebat dan bisa berpotensi dalam setiap hal yang ingin di lakukannya. tetapi karena terjadinya kekerasan seksual yang menimpa dirinya, sang anak menjadi takut dalam melakukan apapun. Mereka menjadi orang yang selalui di hantui dengan rasa ketakutan. Dan tidak ingin melihat ataupun berinterkasi dengan orang lain. Maka dari itu lindungilah anak- anak dari berbagai kejahatan, karena suatu saat nanti kelak sang anak akan menjadi penerus bangsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here