Home Aceh Kurang Kesadaran Dalam Membuang Sampah

Kurang Kesadaran Dalam Membuang Sampah

383
0

Oleh ; Norizan binti Razali

Penulis Adalah Mahasiswi Prodi hukum keluarga Fakultas : Syariah & hukum UIN Ar Raniry Banda Aceh

SAMPAH, SAMPAH, SAMPAH…Dalam .hidup kita sentiasa ada sampah. Banyak atau sikit tetap ada sampah. Kita tidak bisa lari dari sampah Sehat atau sakit kita tergantung kepada pandainya kita mengelolakan sampah.

Sampah adalaha suatu bahan yang telah dibuang atau tidak terpakai lagi oleh pemiliknya. Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat.

Hal ini juga tidak kalah penting adalah meningkatkan pembiayaan untuk mengobati penyakit yang diakibatkan oleh bakteria yang berasal dari lingkungan yang tercemar dan berkurangnya penghasilan akibat tidak masuk kerja serta rendahnya produktivitas karena kasehatan yang terganggu.

Sampah anorganik yang asal dari plastik merupakan suatu bahan yang sukar untuk dihapuskan kecuali dengan cara membakarnya. Bahan plastik ini juga merupakan bahan yang tidak serap air makanya air tidak dapat menembusi bahan plastik ini, justru itu sampah dari bahan plastic ini bisa menyimpan air.

Air hujan yang tersimpan dalam bahan plastik ini bisa membiakkan nyamuk-nyamuk aides yaitu menyebabkan penyakit DBD apabila mengigit orang. Sampah yang dibuang atau yang diterbangkan angin kedalam got juga akan menyebabkan sekatan aliran air dalam got.

Ini lah punca kepada banjir yang akan menyebabkan kerugian material dan ekonomi terganggu malah banjir besar akan menghalang anak-anak untuk ke sekolah dan pusat-pusat pengajian tinggi. Sampah juga menimbulkan dampak terhadap kesihatan.

Manfaat sampah anorganik yang bisa kita manfaatkan adalah dengan membuat kerajinan dari sampah atau limbah tersebut. Sampah bisa di kelola dengan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle).

Reuse adalah menggunakan kembali sampah secara langsung dengan fungsi yang masih sama ataupun fungsi yang berbeda. Reduce adalah pengurangan segala kegiatan yang dapat menimbulkan sampah. Recycle adalah pemenafaatan kembali dampah dengan beberapa tahapan pengolahan.

Pengelolaan sampah agar memiliki nilai ekonomis ini dpat dikelolakan tiap hari dengan sistem 3R bisa dicoba oleh setiap orang dan kapan saja, sebab menangani sampah dengan prinsip 3R hanya membutuhkan meluangkan waktu dan kepedulian akan timbulnya penyakit dari sampah.

Saya dapat melihat banyak kali bekas minuman yaitu gelas aqua di buang merata-rata. Baik di peringkat anak-anak hingga lah ke perinkat usia tua malah mahasiswa2 di universitas juga kurang sadar tentang membuang sampah ke dalam tempat yang telah disediakan.

Bungkusan makanan atau jajan yang kosong juga sering dilempar aje ke atas tanah tanpa ada perasaan malu sedikit pun. Harus difikirin siapa kah yang akan membuang sampah itu untuk kita.

Ada yang mengata kan “tu ada cleaner”. Kenapa kita sanggup melihat satu orang yang harus membersihkan sampah yang kita udah guna. Kenapa bukan kita yang meringankan kerja orang lain dengan Cuma membuang satu sampah kita sendiri kedalam tempat yang telah disediakan.

Penyebab orang membuang sampah sembarangan dikernakan faktor malas, terdesal, berfikir bahwa petugas akan membersihkannya, kurangnya kesadaran diri, kurang peduli dengan lingkungan sekitar, letak tempat sampah yang jauh, dan tidak menemukan tempat sampah.

Kebiasaan membuang sampah sembarangan tentu dapat kita ubah dengan memperkuat rasa kepedulian terhadap lingkungan dan bertekad pada diri sendiri untuk melakukan perubahan agar tidak membuang sampah sembarangan kerna hal tersebut akan merugikan diri sendiri.

Namun, perilaku sebagian besar masyarakat masih membuang sampah sembarangan padahal tempat sampah yang representatif sudah disediakan pemerintah. Ironisnya ialah ketika banjir tiba , alih-alih berintrospeksi atas kebiasaan membuang sampah sembarangan, mereka justru menyalahkan pihak lain.

Seperti halnya menjadi penyebab salah satu bencana banjir dan terjadinya pencemaran air adalah sampah yang ada dimana-mana. Dengan sampah tersebut maka airpun akan mudah tercemar dan kotor serta dapat menyumbat aliran sungai dan selokan, sehingga dapat merusak kelangsungan hidup manusia dan ruang publik untuk kehidupan dan air akan susah untuk dikonsumsi seperti biasa.

Kebersihan selalu berbanding lurus dengan tingkat kesehatan, semakin bersih suatu negara maka semakin tinggi pula tingkat kesehatan pada suatu negara tersebut, sebaliknya semakin rendah kebersihan negara maka semakin rawan pula penyakit menyerang suatu negara.

Oleh kerana itu menjaga kebersihan merupakan hak mutlak yang harus dilakukan. Dimulai dengan kebersihan diri, kebersihan lingkungan sampai kebersihan negara.

Terdapat beberapa negara yang terbersih di dunia untuk kita contohi seperti nya negara Singapura yang terdekat dengan kita merupakan negara ke 5 terbersih di dunia. Negara ini mendapat predikat sebagai negara yang bersih sebab regulasinya yang hebat mengenai sampah.

Sesiapapun yang membuang sampah secara sembarangan maka diharuskan untuk membayar denda yang sangat mahal. Jepang negara ke 6 bersih di dunia merupakan negara dengan tingkat modernisasi yang sangat tinggi.

Namun perilaku penduduknya yang sangat menghargai kebersihan dan peduli terhadap sampah ini menjadikan negara ini sangatlah bersih. Sebagai buktinya pada waktu banjir air melanda di Jepang hampir tidak ditemukan adanya sampah yang terbawa oleh banjir.

Latvia negara ke 7 terbersih di dunia mengusung tema kebersihan berupa pelestarian alam secara asli. Jadi bisa dipastikan kalau daerah-daerah misalnya pantai dan hutan hampir tidak ada sampah sama sekali sehingga negara ini bebas dari pencemaran pantai.

Finlandia juga termasuk dalam kategori negara ke 12 terbersih. Faktor utama yang menjadikan negara ini masuk dalam kategori negara bersih adalah kerna perhatian pemerintah dan masyarakat tentang kebersihan lingkungan sekitar. Jadi bisa dipastikan bila anda berkunjung di negara ini tidak akan ada sampah sedikitpun yang berserakan.

Di Brazil, kerajaan tempatan mengalakkan penduduknya menjaga kebersihan Bandar dengan mewujudkan satu sistem pertukaran, di mana setiap beg sampah yang disusun mengikut kategori masing-masing boleh ditukar dengan kupon makanan atau pengangkutan awam.

Hasilnya hampir 70% sampah dibandar ini telah dikitar semula. Di Vienna kota di Austria menyajikan keindahan menawan dan kebersihan yang sangat tinggi. Di kota ini hampir setiap rumah tangga tidak memiliki sampah sebab pengelolaan terhadap sampah yang efisien, dengan cara pemanfaatan sampah kembali menjadi suatu produk yang berguna di tambah dengan kepedulian yang sangat tinggi dari penduduknya terhadap lingkungan yang ada.

Didikan civik ini adalah didikan di sekolah dan di rumah. Didikan di sekolah adalah dari guru-guru dan perintah kepala sekolah dalam mendisiplinkan anak-anak. Anak-anak ini akan dewasa dan akan menjadi seorang pendidik dirumah untuk anak-anaknya pula. Jika ibubapa dirumah tiada kesadaran gimana untuk memberi sadar kepada anak-anak.

Pemerintah juga berperan untuk mewajibkan penduduknya untuk selalu terbiasa hidup bersih. Maka perlu kah rakyat kepada satu sanksi agar bumi ini bersih dari sampah. Untuk memberi kesadaran kepada masyarakat ada kalanya pemerintah perlu berkeras dan melaksanakan satu undang-undang yang wajib dipatuhi oleh semua rakyat agar kerja-kerja pembersihan sampah ini tidak terbeban kepada pemerintah apabila rakyat tetap tegar membuang sampah merata-rata. Tidak akan ada kesadaran bila tidak ada sanksi atau hukuman seperti yang dilakukan oleh negara Singapura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here