Home Aceh Kuliah Daring di Perpanjang Hingga Akhir Semester,  UKT how are you...

Kuliah Daring di Perpanjang Hingga Akhir Semester,  UKT how are you ?

98
0

Oleh ; Dinda Artikah Batu bara

Prodi : Sosiologi Agama
Universitas : UIN Ar-Raniry

 

Semenjak Pandemi Covid-19 mulai mengenfeksi Indonesia sejak awal tahun 2020 lalu, seluruh kegiatan pembelajar di Perguruan tinggi mulai beralih pada sistem pembelajaran daring/kuliah online, yang di lakukan oleh seluruh mahasiswa di kampung halaman masing-masing.

semenjak itu juga proses pembelajaran mulai mengalami dampak dan permasalahan yang menjadi sorotan di dunia pendidikan, mulai dari efektivitas dan fasilitas yang tidak memadai di kalangan mahasiswa.

Sehingga Mahasiswa pun menuntut agar adanya pemberian fasilitas yang memadai untuk menunjang kelancaran dalam proses perkuliahan daring, berupa kuota internet. Terkait hal litu pun pihak kampu-kampus juga memberi sarana dengan pemberian kuota bagi mahasiswa-mahasiswa yang terdaftar disetiap perguruan tinggi. Namun banyak dari mahasiswa yang menganggap bahwa itu tidak sebanding dengan pembayaran UKT.

Selain terkait pemberian fasilitas untuk proses kuliah daring, baru-baru ini juga mahasiswa mulai mengangkat suara terkait pembebasan UKT disemester ini, karna jika kita lihat dengan keadan proses perkuliahan semester genap ini memang tidak jelas dan tidak efektif. Perkuliahan pada semester genap ini pun bisa di bilang hanya baru beberpa kali pertemuan tatap muka, kemudian adanya peralihan proses pembelajaran secara daring, dan ini pun akan terus berlanjut hingga akhir semester ini.

Sehingga bisa kita bilang bahwa mahasiswapun tidak menggunakan fasilitas kampus, maka sudah seharusnya juga, permasalahn UKT itu di bebaskan ataupun di potong sesuai dengan jumlah tatap muka mahasiswa sebelum adanya pandemi ini, oleh karena itu pihak kampus dan pemerintah harus mempertimbangkan lagi permasalahan UKT ini.

Seperti yang dikatakan darmaningtyas (Pengamat Pendidikan), dikutip pada Kompas.com. “Bebaskan saja UKT untuk PTN pada semester ini, yang dipersoalkan kan pasti yang akan masuk bulan Juli atau semester ganjil. Karena kuliahnya juga tidak jelas ya lebih baik dibebaskan,” kata Darmaningtyas saat dihubungi.

Menurutnya, UKT pada prinsipnya digunakan untuk menambah biaya oprasional pendidikan kampus, sedangkan ini proses pembelajar di lakukan secara daring, dan yang terbebani dosen dan mahasiswa. Darmaningtyas juga menjelaskan, “Mahasiswa berarti kan tidak memanfaatkan fasilitas kampus. Dosennya kalau di negeri kan sudah dibayar negara, Kampus negeri itu kan tak ada yang tidak disubsidi pemerintah. UKT itu untuk mengoptimalkan proses pembelajaran, karena anggaran dari pemerintah terbatas”. dikutip pada Kompas.com

Terkait permasalahan ini pun diharapkan pihak kampus dan pemerintah harus mempertimbangkannya, karna disini mahasiswa juga terlibat merasakan dampak dari Pandemi ini, salah satunya faktor perekonomian keluarganya, maka jika pemerintah ingin membantu meringankan perekonomian masyarakat, salah satunya pembebasan dan peringanan UKT, hal ini harus di diskusikan matang-matang, dikarnakan disini mahasiswa paling menjadi korban yang sangat jelas, mulai dari proses pembelajaran yang tidak efektif, kemudian tentang penilaian akademik, dan kini pun permasalahan UKT.

Mahasiwa/anak muda merupakan calon penerus bangsa maka, jika ingin mengubah suatu Negara maka perbaiki pendidikan mahasiswa/anak muda di negeri ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here