Home Aceh Kudapan Khas Aceh Meriahkan Literasi Budaya di MTsN 1 Sabang

Kudapan Khas Aceh Meriahkan Literasi Budaya di MTsN 1 Sabang

Sabang – Dalam rangka memperingati isra” Mi’raj Nabi Muhammad SAW MTSN 1 Sabang Menyelenggarakan kegiatan literasi budaya aceh dengan tema ” Melestarikan berbagai kudapan Khas Aceh”. Acara ini berlangsung pada hari jum ‘at 11 Maret 2022.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala MTsN 1 Sabang, Sri Nilawati S.Ag beliau mengatakan, ” Kali kita menyelenggarakan kegiatan literasi budaya aceh dengan mengusung tema Melestarikan berbagai kudapan Khas Aceh ” Sebutnya.

Lebih lanjut beliau juga mengungkapkan bahwa tujuan acara ini adalah memperkenalkan berbagai makanan tradisional yang saat ini telah jarang di jumpai.

“Tema yang kita usung dalam acara ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap generasi kita sekarang di mana mereka mungkin kini sudah jarang menemukan masakan – masakan tradisional tersebut, dan ini adalah tahun kedua kita selenggarakan ” Ungkap sang kepala sekolah tersebut.

Acara  peringatan Isra’ Mi’raj berlangsung khidmat dimulai dengan membaca yasin dan dzikir oleh Ust. Hasbi dan dilanjut tausyiah oleh Ust. Afdhal Kurniawan.  Dalam Tausyiahnya, ustadz alumni pesantren MUDI MESRA Samalanga ini mengingatkan kembali sejarah Isra’ Mi’raj nabi Muhammad SAW.Dilanjutkan dengan acara puncak yaitu memasak berbagai kudapan khas Aceh oleh masing-masing kelas dan di dampingi oleh wali kelas.

Dari hasil pengamatan dilapangan para siswa terlibat aktif dan antusias mengolah bahan menjadi kudapan khas Aceh yang menggugah selera. Mulai dari roti seu op, bulukat boh drien, peungat, timphan asoe kaya boh drien panggang, timphan aso kaya, timphan asoe miksin, eungkhuy, wajieb, boeh roem-roem hingga makanan khas Aceh Tengah yaitu lepat Gayo juga turut menjadi pilihan  kudapan favorit yang di buat oleh siswa/i Madrasah tersebut.

“Kopi Gayo juga turut memeriahkan acara ini,” kata Sri.

Sri berharap ” Melalui kegiatan ini kita harapkan dapat memperkenalkan ke generasi sekarang tentang masakan tradisional khas aceh supaya mereka dapat melestarikan nya serta mereka dapat menumbuhkan cinta terhadap budaya dan makanan daerah kita” harapnya

Selain itu menurut Sri, jika tahun lalu “teut apam” menjadi satu satunya makanan yang dimasak, tahun ini kita tampilkan berbagai makanan khas Aceh. “Salah satu masakan yang lita perlenalkan ke siswa adalah teut apam dimana proses memasak apam yang dilakukan sekali dalam setahun, serta setiap kelas bebas memilih makanan khas Aceh yang akan mereka masak,” tambahnya.

Turut hadir para tamu undangan dari Majelis Adat Aceh, Majelis Pendidikan Daerah dan, perwakilan dari kantor kementrian agama kota sabang. Pengawas madrasah, Ridwan berharap agar kegiatan ini dapat menanamkan kecintaan siswa/i kepada budaya Aceh.

“Agar budaya daerah kita tidak tergerus oleh budaya asing. Dan semoga MTsN 1 Sabang dapat memotivasi sekolah-sekolah lain untuk menerapkan kegiatan literasi budaya ini,” Pungkas Ridwan. (Latifa Sahara, S.Pd)