Home Aceh KEMATIAN GEORGE FLOYD PEMICU PROTES TERHADAP RASISME DI AMERIKA

KEMATIAN GEORGE FLOYD PEMICU PROTES TERHADAP RASISME DI AMERIKA

129
0

Oleh Annisa Purnama Edward (Mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh)

Di Amerika Serikat, tepatnya di kota Minneapolis, terjadi sebuah penangkapan yang dilakukan oleh seorang petugas kepolisian yang bernama Derek Chauvin terhadap seorang pria berkulit hitam yang bernama George Floyd.

 

Penangkapan tersebut dilakukan ketika George Floyd ingin membeli sebungkus rokok dengan uang $20 di sebuah toko yang bernama Cup Foods. Penjaga toko yang melayani George Floyd, menelepon dan melaporkan kepada polisi bahwa uang yang digunakan untuk membeli rokok tersebut merupakan uang palsu. Setelah panggilan tersebut dilakukan, datanglah polisi ke tempat kejadian. Polisi tersebut yaitu Derek Chauvin, menarik Floyd hingga menyebabkannya jatuh ke tanah. Chauvin lalu menahan Floyd dengan cara menempatkan lutut kirinya di daerah leher Floyd. Floyd sempat berkata bahwa dia tidak bisa bernafas namun polisi tersebut tetap tidak beranjak dari tempatnya. Setelah sekitar beberapa menit, Floyd mulai terdiam, dan akhirnya dibawa ke fasilitas medis dengan ambulan. Sekitar satu jam kemudian, George Floyd dinyatakan meninggal.

 

Kejadian tersebut disaksikan dan direkam oleh warga yang berada disana. Vidio hasil rekaman yang di unggah ke media sosial mendapat banyak tanggapan dan memicu aksi protes di Minneapolis dan terus menyebar ke seluruh amerika. Aksi protes mucul karena kejadian tersebut dianggap sebagai perlakuan rasis terhadap orang yang berkulit hitam. Dikutip dari wikipedia, rasisme merupakan suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya. Dalam kasus George Floyd, Derek Chauvin melakukan sesuatu yang berlebihan ketika menahan Floyd, dimana hal tersebut dilakukannya karena Floyd berkulit hitam.

 

Isu rasisme di Amerika sudah terjadi sangat lama sebelum kematian George Floyd, dimana orang kulit hitam di Amerika didiskriminasi dan dianggap lebih rendah derajatnya dari orang kulit putih. Kini rasisme tersebut mulai timbul kembali dengan jelas dan menyebabkan aksi protes besar-besaran di Amerika. Orang – orang yang melakukan protes pada awalnya melakukan protes dengan cara yang sangat kasar, yaitu merusak bangunan, membakar fasilitas umum, dan bahkan menjarah berbagai toko, yang dimana hal tersebut tidak relevan dengan tujuan dilakukannya protes terhadap kesetaraan dan keadilan yang berhak didapat Floyd. Tetapi setelah beberapa hari, aksi protes dilakukan dengan damai.

Beberapa polisi yang menjaga keamanan juga turut dalam barisan pendemo untuk menuntut keadilan. Dapat dilihat bahwa rasisme merupakan sesuatu yang sangat buruk didalam kehidupan bermasyarakat. Rasisme menyebabkan ras yang didiskriminasikan kehilangan hak-haknya dalam berbagai hal, dikekang, dikucilkan, dan ditindas oleh ras yang merasa lebih superior. Ras yang didiskriminasikan juga akan terisolir dalam kehidupan masyarakat dan susah dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Rasisme yang ada di belahan dunia manapun harus di berantas secara bersama – sama agar tercipta kesetaraan dan diperolehnya keadilan bagi setiap individu.

 

Dalam mencegah terjadinya atau mengantisipasi rasisme, perlu diadakan sosialisasi mengenai pengetahuan serta dampak rasisme bagi masyarakat. Pemerintah yang berwenang juga diharapkan bertindak tegas dalam mengatasi rasisme, dengan menerapkan hukum yang jelas agar perlakuan rasisme dapat dihindari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here