Home Aceh Jilbab Fashionnya Bidadari Surga

Jilbab Fashionnya Bidadari Surga

139
0

Oleh : Meutia Teuku Syahnoordin, S.Kom

(Aktivis Muslimah Peradaban Aceh)

 

Siapa sih yang gak kenal Hijab saat ini? Hijab sering disebut sebagai penutup kepala perempuan muslim. Entah sejak kapan tren hijab ini mulai diikuti oleh sebagian muslimah, untuk menampakkan pakaian trendi muslimah dengan banyak gaya dan pesona. Namun sebenarnya hijab adalah pembatas yang turun ketika Rasulullah menikahi salah seorang ummul mukminin.

 

Ketika kita solat dimasjid maka ada sebuah hijab yang dimana menghalangi pandangan kita, jadi seperti kaum laki-laki yang tak dapat melihat wanita. Hijab ini akan diangkat ketika tidak ada wanita disana, atau biasanya akan dinaikkan ketika kita sedang mendengar ceramah dari para asatidz yang di undang ke mesjid itu, misalnya pada bulan ramadhan.

 

Hijab ini juga terkenal dibeberapa daerah, mungkin yang sering nonton drakor klasik yang berkisah tentang kerajaan pasti tahu, bahwa setiap kali ada tamu laki-laki yang datang maka hijab ini akan diturunkan. Gunanya untuk menahan pandangan laki-laki kepada seorang wanita yang tak boleh dilihatnya, meski ia gurunya kecuali mereka adalah keluarganya.

 

Maka hal ini tak berbeda dengan Islam bukan? Begitu juga kalau kita memperhatikan sebagian dari pakaian masyarakat korea masalalu, juga menggunakan Hanbok dan juga pakaian rumah mereka sama persis seperti ajaran Islam. Begitu juga kalau kita melihat ke negeri asia lainnya, cina dll juga para biarawati di gereja mereka semua memakai pakaian yang panjang dan lebar. Ini membuktikan bahwa Islam pernah menjadi sebuah rujukan dalam mereka berpakaian.

 

Di negeri ini pun sekarang banyak kita temui para muslimah yang sudah memakai pakaian syar’I, bahkan Aceh menjadi tren fashion dunia katanya. Jadi tidak heran ketika banyak orang lebih senang ke Aceh yang konon katanya hampir semua wanitanya menutup aurat. Bahkan trend fashion ini juga mulai dipakai oleh instansi pemerintahan. Meski harganya tidak terbilang murah, namun karena sudah menjadi trend, maka banyak orang yang berbondong memakainya.

 

Kesadaran memakai jilbab pada diri seorang muslimah harusnya difahami dulu bahwa itu adalah perintah yang wajib dilaksanakannya. Bukan hanya sekedar ikut tren fashion biar dibilang kekinian dan keren. Hal inilah yang sering terlupakan oleh sebagian muslimah, sehingga mudah bagi mereka melepas dan memakai pakaian syari itu sekehendak hatinya. Identiknya mereka yang memakai pakaian syari lagi menutup aurat sering disebut emak-emak, padahal pakaian itu bukanlah penanda tua-mudanya seorang muslimah. Namun ia dipakai karena merupakan kewajiban yang harus ditunaikan kepada Allah.

 

Jika kita memakai pakaian itu melihat sang idola, maka hal itu salah. Karena kewajiban pada Allah harus yang utama. Atau kita bercermin kepada istri ulama terdahulu, itu juga salah, karena pedoman kita adalah kitab Allah bukan manusia yang kerap melakukan khilaf dan dosa. Maka harusnya firman Allah yang satu ini cukup menyakinkan kita tentang wajibnya menutup aurat dan memakai jilbab.

 

“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri kaum mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”(TQS. Al-Ahzab : 59)

 

Al-Biqa’I dalam tafsirnya menjelaskan bahwa tiada ulama yang salah dalam mengartikan jilbab. Karena jilbab adalah segala jenis pakaian longgar yang dapat menutupi seluruh tubuh muslimah (Al-Qamish)

 

Maka dari ini bila kita kelompokkan pendapat-pendapat ulama ini secara garis besar, kita bisa mendapati dua pengertian bahwa :

Pertama, Jilbab adalah pakaian rangkap yang menutupi khimar dan baju rumah

Kedua, jilbab adalah pakaian rangkap yang menutupi pakaian rumah, yang terulur menutupi tubuh bagian bawah selain kepala (baju kurung atau daster)

 

Meski ada beberapa ulama yang punya pandangan berbeda namun semuanya menyepakati bahwa jilbab adalah pakaian luar yang lebar dan panjang, menutupi seluruh tubuhnya. Pakaian takwa inilah yang mencirikan perbedaan besar dengan wanita lainnya. Dalam ayat di atas Allah menyebutkan secara jelas bahwa dengan pakaian itu ia akan mudah dikenal dan tidak akan diganggu itu mereupakan sebuah jaminan dari Allah.

 

Banyak orang yang memakai jilbab karena mengambil manfaatnya, namun apapun itu bagi seorang muslimah ia harus melakukan kewajibannya untuk menutup auratnya yang dari ujung rambut hingga ujung. Fashion ini sangat kekinian andai itu disadari oleh banyak muslimah, karena fashion ini adalah ciri penduduk surge atau dikenal bidadari surge. Maka akan sangat merugi sekali para muslimah yang masih tidak menutup auratnya dengan jilbab seperti perintah Allah.

 

Bidadari yang ada didunia saat ini sedang berusaha memantaskan diri untuk bisa memasuki surganya, sehingga membuat iri para penduduk surga. Surge yang luas nan indah itu hanya bagi mereka yang bertakwa kepada Allah. Jika benar kita mencintai Allah maka lakukanlah hal ini, penuhilah semua kewajibannya yang akan membawamu kesana. Ayo…booking tempat disurganya dengan amalan solehamu.

 

Wallahu ‘Alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here