Home Fokus Nasional Destinasi Wisata Di Aceh Kembali Dibuka, Akankah Pengujung Patuhi Protokol Kesehatan?

Destinasi Wisata Di Aceh Kembali Dibuka, Akankah Pengujung Patuhi Protokol Kesehatan?

77
0

Oleh ; Ira ulvawati

Penulis adalah Mahasiswi Uin Ar-Raniry banda aceh

Seperti yang sudah diketahui bahwa Aceh sudah menjadi daerah zona hijau covid- 19 hal ini tentu saja membuat masyrakat merasakan kebahagian akan hal tersebut.

Dengan kembalinya dibuka destinasi wisata. pemerintah berharap perekonomian juga bisa kembali bangkit dari dampak covid-19 . Dinas Pariwisata kota Banda Aceh menyatakan saat ini sedang melakukan penataan kembali tempat wisata di daerah setempat dalam upaya menyesuaikan dengan protocol kesehatan.

Penataan kembali tempat wisata guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Dan pengujung diminta untuk tetap patuhi protokol kesehatan. Seperti menjaga jarak dan menggunakan masker.

Guna mencegah penyebaran covid -19 meskipun aceh sudah termasuk dalam kawasan zona hijau. Namun tidak ada salah nya jika kita mematuhi protocol kesehatan halini di lakukan untuk kebaikan diri sendiri dan orang terdekat. Sejumlah tempat wisata juga diminta untuk tetap menjaga kebersihan dan meyediakan tempat cuci tangan agar terhindar dari virus.

Karena penyebaran virus sangat cepat tanpa mengenal batas usia. Kembalinya dibuka destinasi wisata bukan hanya perngaruh kepada para penjaga wisata. Namun juga berpengaruh kepada pengunjung. Karena sumber peningkatan ekonomi suatu wisata tergantung pada banyaknya pengujung yang mendatangi tempat tersebut.

Saat ini banyak tempat wisata di Acehyang kembali dibuka setelah mengetahui bahwa aceh kawasan zona hijau covid-19 dan pemerintah juga telah memberikan izin untuk kembali membuka tempat wisata, namun bagaimana dengan pengunjung? Akan kah pengunjung mematuhi protokol kesehatan dalam keadaan seperti ini? Saat ini ramai masyarakat mengunjungi tempat- tempat wisata .

Ada yang berpergian dengan keluarga maupun bersama teman- teman. Apalagi Aceh baru saja melewati hari raya idul fitri pada 24 mei lalu. Pada umunya, masyarakat pergi liburan bersama keluarga maupun teman- teman serta menjaga hubungan tali silaturrahmi dengan kerabat dekatnya.

Namun adanya perintah untuk mematuhi protokol kesehatan banyak ditemukan pengunjung ynag tidak mematuhi protocol kesehatan. Banyak di antara mereka yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak satu lain. Mereka tidak peduli akan adanya himbauan tersebut. Mereka masih melakukan aktifitas diluar rumah seperti biasanya sebelum adanya pandemic covid- 19

Salah satu contoh dari wisata yang ramai di kunjungi masyarakat ialah wisata pantai, tempat pemandian, serta rumah makan. Meskipun pemerintah mewajibkan pengunjung untuk tetap patuhi protokol kesehatan akan tetapi pengunjung tidak peduli akan hal tersebut mereka masih saja bebas melakukan aktifitas apapun di luar rumah. Saat ini masyarakat tidak patuh apa yang diperintah oleh pemerintah. Kesadaran mereka mulai hilang untuk tetap menjaga jarak satu lain guna mencegah penyebaran covid -19.

Mengetahui hal tersebut, pemerintah tidak boleh diam saja. Pemerintah harus lebih memperhatikan warga nya dalam segala akifitas apapun. Termasuk destinasi wisata yang ramai di kunjungi pengunjung. Dan pemerintah perlu mempertegaskan masyarakatnya agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Masyarakat tidak seharusya dibiarkan begitu saja tanpa pengawasan dari pemerintah.karena segala sesuatu hal yang tejadi pada suatu daerah ialah tanggung jawab pemerintah.

Destinasi wisata bukan hanya tempat untuk sekedar liburan saja namun juga menjadi sebagai ajang pameran yang merupakan bentuk keindahan alam yang terdapat di daerah aceh.

Dengan kembalinya dibuka destinasi wisata di Aceh, Pemerintah mengharapkan agar ekonomi masyarakat bisa tetap berjalan. Namun siapa sangka jika pengunjung wisata malah tidak mematuhi protokol kesehatan, akan kah pemerintah terus diam saja dengan kejadian tersebut atau malah ada kebijakan baru bagi destinasi wisata? Seharus Kita sebagai masyarakat ikut patuh apa yang diperintah oleh pemerintah. Meskipun Aceh kawasan zona hijau covid -19 tapi bukan berarti kita bisa bebas melakukan aktifitas di luar rumah. Aceh menjadi bagian dari Indonesia.

Namun Indonesia sendiri masih di serang oleh virus corona yang masih saja menjadi polemic saat ini. semakin hari jumlah kasus covid -19 di Indonesia semakin bertambah. Karena itulah kita sebagai masyarakat Aceh yang masih berada dalam kawasan zona hijau covid-19 tetap menjaga kesehatan tubuh serta mematuhi protokol kesehatan.

Masyarakat harus bisa menjaga daerahnya masing-masing agar terbebas dari covid-19 bukan hanya pemerintah saja yang bekerja demi melawan covid -19 tetapi masyarakat juga ikut bekerja sama dalam hal tersebut, guna menjaga agar daerah Aceh tetap aman dan masyarakat bisa leluasa dalam melakukan aktifitasnya masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here