Home Fokus Nasional DAMPAK PEMBELAJARAN SECARA DALAM JARINGAN KETIKA COVID-19

DAMPAK PEMBELAJARAN SECARA DALAM JARINGAN KETIKA COVID-19

Oleh ; Nur fatin adila bt idereh

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum

Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan penyakit yang disebabkan oleh virus corona tipe baru sebagai pandemi. Covid-19 atau Coronavirus (CoV) adalah famili virus yang menyebabkan pelbagai penyakit dari selesema hingga ke penyakit lebih teruk seperti MERS-CoV atau SARS-CoV. Virus ini bermula pada akhir tahun 2019 dan ditemui pada suatu tempat di China, ia menular dengan begitu cepat ke seluruh pelosok dunia.

Yang mana, virus ini merebak melalui individu kepada individu yang lain melalui tetesan dari hidung atau mulut apabila seseorang yang telah disahkan positif Covid-19 bersin atau batuk, kemudian tetesan ini merentasi objek atau permukaan sekeliling. Setelah itu, orang lain menyentuh objek atau permukaan terbabit, maka orang itu akan dijangkiti virus tersebut.

Penularan ini telah menyebabkan berjuta orang di seluruh pelosok dunia terkonfirmasi positif corona dan peningkatan angka kematian bertambah sehari-hari terutamanya dikalangan orang tua dan orang yang mempunyai masalah kesehatan karena imun badan mereka rendah. Gejala awal infeksi Covid-19 adalah seperti demam, batuk, selsema dan sesak nafas. Andai gejala ini, ada pada diri anda segeralah berjumpa dengan doktor untuk dilakukan ujian saringan.

Akibat tersebarnya virus corona yang telah meragut nyawa ramai manusia, negara-negara yang teruk penularan virus ini telah mengambil kebijakan dengan memberlakukan perintah berkurung atau lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus corona. Lockdown bererti mengunci semua akses keluar masuk negara, kawasan dan bangunan, serta masyarakat diperintahkan untuk duduk dirumah.

Apabila perintah berkurung ini dijalankan semua orang tidak dibenarkan keluar dari rumah untuk melakukan apa-apa aktiviti termasuk membeli makanan. Masyarakat diatur sedemikian agar tidak berkeliaran dan berkerumun di tempat umum. Akibat pemberlakuan lockdown, banyak sektor dalam kehidupan masyarakat terhenti.

Jalan-jalan utama mulai sepi yang dulunya sesak dengan kenderaan lalu-lalang. Banyak toko-toko dan perusahaan yang tidak bisa beroperasi yang menyebabkan ekonomi negara jatuh. Tempat-tempat ibadah, sekolah-sekolah dan universitas juga ditutup yang menyebabkan pembelajaran dan pendidikan tergendala.

Seiring dengan perintah lockdown dalam membendung penularana wabak Covid-19, pembelajaran dalam jaringan (Daring) adalah satu alternatif yang terbaik dan menjadi suatu keperluan agar pembelajaran tetap bisa berjalan seperti biasa. Pembelajaran dalam jaringan telah lama di praktekkan di negara-negara maju tanpa perlu bertatap muka langsung.

Kebanyakan universitas dan sekolah terpaksa menggunakan kaedah ini bagi memastikan silibus pembelajaran dapat disampaikan dengan sebaik mungkin dan pelajar tetap bisa belajar walaupun berada di rumah.

Penerapan pembelajaran daring ini menuntut kesiapan antara dua pihak, baik di sebelah pengajar atau di sebelah pelajar. Strategi pembelajaran daring meliputi pengajaran, diskusi, membaca, makalah, presentasi dan penilaian. Secara umum ia bergantung pada dialog dan komunikasi seperti berikut ;

 

1. Komunikasi antara pendidik dan pelajar

 

2. Kemunikai antara pelajar dan sumber maklumat.

 

3. Komunikasi sesama pelajar.

 

Apabila ketiga aspek tersebut bisa diikuti maka proses pembelajaran akan berlaku secara baik. Terdapat pelbagai jenis platform pembelajaran daring untuk diekplorasi semisal Group Whatsapp, Emai, Google Classroom, Zoom, ClasssDojo dan media lain untuk memudahkan guru-guru dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada pelajar. Menurut Ryder & Hughes (1997) ada dua jenis tautan yang dikenakan ke atas guru dan pelajar apabila menggunakan internet dalam pembelajaran.

Pertama, pelajar dikehendaki mempunyai kemahiran melayari internet dengan menggunakan enjin pencarian maklumat yang efektif, menilai maklumat yng diperolehi dan memuatkan turunkan fail. Kedua adalah mengenai kemahiran berfikir pelajar iaitu bagaimana ia berfungi apabila berhadapan dengan maklumat dalam bentuk hipertek.

Pembelajaran daring mempunyai kelebihan dan dampak positif yang tidak dimiliki oleh pembelajaran secara tatap muka karena pembelajaran daring tidak terikat dengan ruang dan waktu. Siswa tidak perlu datang pagi-pagi ke sekolah dan pulang sore dari sekolah. Siswa juga bisa mengikuti pembelajaran daring dengan diikuti atau dipantau oleh orang tua.

Selain itu, dampak positif lain yang bisa didapati dalam pembelajaran daring adalah boleh menampung pembelajaran dalam jarak yang jauh dan pada waktu yang tidak bisa dilakukan kelas seperti musim corona sekarang yang tidak memungkinkan untuk melakukan kelas secara tatap muka akibat lockdown yang di berlakukan oleh pemerintaah. Kemudian, pelajar bisa belajar secara kolaboratif antara satu sama lain dan mengantar email kepada pengajar untuk bertanya dan berurusan tentang pembelajaran.

Pelajar yang mengikuti pembelajaran daring juga mempunyai kelebihan yakni maklumat sentiasa dikemas kini dengan lebih kerap berbanding kelas biasa, ini karena bahan bagi kelas biasa, bahan kursus perlu dikemas kini dan pengajar perlu dilatih mengenai prosedur yang akan memakan masa yang agak lama.

Selepas itu, pembelajaran secara daring dapat lebih pendek waktunya berbanding pembelajaran didalam kelas waktu yang biasa karena pelajar bisa menghabiskan satu modul dalam satu-satu kelas mengikut waktu yang ditetapkan oleh mereka sendiri dan apabila satu modul di habiskan dalam satu jam, mereka bila bergerak ke modul yang lain. Melalui platform yang diperkenalkan, pengajar juga boleh berinovasi dalam menyediakan platform kaedah pengajaran dan penyampaian maklumat yang lebih sistematik dan efisien.

Bagaimanapun pembelajaran daring membutuhkan bantuan teknologi yang dapat diakses pembelajarannya dengan mudah. Inilah antara dampak negatif dari pembelajaran daring iaitu fasilitas internet yang masih tidak mencukupi terutamanya bagi pelajar di luar bandar yang belum ada keperluan asas yang mana jaringan internet di kampung-kampung masih menyebabkan pembelajaran akan terganggu.

Kedua adalah sistem ini memerlukn pelajar untuk belajar kendiri menyebabkan pelajar yang malas hanya menerima bahan dari pelajar yang rajin mencari maklumat tambahan lagi sekiranya pelajar tersebut tidak di pantau pembelajaran secara dari oleh orang tuanya. Ketiga, tidak semua pelajar terutama pelajar sekolah dan ibubapa yang pandai menggunakan platform pembelajaran secara daring, ini memungkinkan akan ada pelajar yang tercicir dalam pembelajaran.

Keempat, masih ramai pendidik yang kurang berkemahiran dalam penggunaan teknologi maklumat bagi membolehkan mereka menyampaikan bahan pengajaran secara daring, sehingga kelas tidak dapat dijalankan. Kelima, terlalu banyak gangguan luar ketika pembelajaran daring dilakukan dirumah sehingga mengganggu konsentrasi pelajar saat belajar.

Keenam, pembelajaran secara ini lebih banyak bersifat teoritis berbanding praktikal karena tidak dimungkinkan ada interakssi langsung pengajar dengan pelajar, ini akan melahirkan pelajar yang kurang berkemahiran. Ketujuh, pelajar mengalami kesulitan dalam mengakses grafik, gambar dan video karena peralatan yang digunakan tidak mendukung untuk mengakses sehingga menyebabkan pelajar menjadi frustasi dengan pembelajaran daring.

 

Kesimpulannya, kemajuan pesat teknologi maklumat dan komunikasi telah mencetuskan penggunaan media dalam bidang pendidikan bagi membantu para pendidik dan pelajar dalam melaksanakan proses pembelajaraanyang lebih berkesan pada musim Covid-19 ini. Walaupun terdapat beberapa dampak negatif daripada pembelajaran daring tetapi, demi mengurangkan wabah pandemic Covid-19 makin tersebar, maka pembelajaran secara daring lebih efektif berbanding tatap muka.

Tambahan lagi, mayoritas pelajar asing sedang pulang ke negara masing-masing. Di harapkan agar wabah Covid-19 dapat diterasi dan situasi segera membaik. Kekalkan amalan social distancing dan kekal berada di rumah serta sentiasa mematuhi arahan dari pihak pemerintah. Bersama-sama kita membasmi Covid-19.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here