Home Aceh Barisan Pejuang Pena, Pembuat Peradaban Dunia

Barisan Pejuang Pena, Pembuat Peradaban Dunia

216

Oleh : Meutia Teuku Syahnoordin, S.Kom

“Ikatlah Ilmu dengan Tulisan”(Imam Syafi’i)

Aku adalah manusia biasa yang terlahir di era dunia digital dengan segala macam kebodohannya yang terpapar di dalamnya. Dan aku pernah berada dalam kubangannya, menikmati kebodohan yang ditawarkan sistem ini. Selama masa pencaharian itu aku pun sadar bahwa hidup tak selamanya harus di sia-siakan, karena itulah aku harus menulis seperti kata Imam Syafi’i.

Menulis adalah kebiasaan yang baik, dimana kita bisa mengungkapkan semua rasa termasuk betapa kecewanya hidup dalam era sistem kapitalis ini. Menulis menunjukkan orang cerdas, seperti barisan para ulama yang menuliskan karyanya untuk kita pelajari dikemudian hari.

Dimana ia ingin menyadarkan semua orang dengan tulisannya, menggapai hidayah atau hanya sekedar berbagi informasi dengan tulisan. Meski dunia era digital namun tulisan tak akan pernah mati, malah semakin hari e-book juga semakin mudah dicari para pemuda yang haus ilmu.

Agar bisa menulis 30 hari non stop maka harus dilakukan pembiasaan dulu, menulis satu hari satu tulisan dengan tema yang ringan. Karena biasanya menulis opini agak berat di analisa, maka caraku agar tetap bisa menulis adalah tulisan ringan seputar kehidupan atau apa yang sedang menjadi perbincangan umum saat ini. Seperti film, music, fashion atau apapun yang membuat orang lain terlena. Awalnya mungkin sulit dalam hal ide, karena itu harus banyak membaca juga diperlukan, dan seringnya aku melewati hal itu dengan alasan tak sempat dan banyak hal lainnya. Sehingga menulis 30 hari dengan banyak drama tidak bisa diselesaikan lagi secara tepat waktu.

Motivasi terbesarku saat bergabung dengan kelas habits Creator Nulis adalah mereka para senior yang dengan mudahnya menulis dan menganalisa masalah dengan luar biasa, membuatku iri dan takjub ingin seperti mereka. Mereka tak kemana-mana namun tulisannya mampu menembus media apa saja.

Sungguh kesempatan bisa bersama mereka itu sangat luar biasa, bisa memotivasi diri ini yang kadang malas dan suka mencari alasan gak menulis. Entah bagaimana cara mereka menulis dengan mudah seperti menegak pil 3kali sehari. Semoga bisa istiqomah menulis dan mencerdaskan mereka yang masih buta dan tuli dari kebenaran Islam. Membangun peradaban mulia dengan barisan para pejuang pena yang akan menjadi amal solehnya di akhirat. Aamiin

Wallahu ‘Alam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here