Home Aceh Bahaya “Game online” Pada Mahasiswa

Bahaya “Game online” Pada Mahasiswa

245

Nur Fatin Adila Binti Idereh
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Dari Abu Hurairah r,a, Rasulullah saw bersabda:
“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang itu jika dia meninggalkan apa yang tidak berfaedah baginya”.
(Riwayat At-Tirmizi)

Berkata Hassan al-Bassri :
“Antara tanda-tanda Allah berpaling daripada hambaNya ialah apabila hambanya menjadikan kesibukan pada apa yang tidak berfaedah baginya”.

Perkembangan teknologi adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari pada zaman globalisasi ini. Kemajuan teknologi akan berjalan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi yang diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia dan memberi kemudahan untuk manusia beraktivitas.

Permulaan teknologi bermula pada penciptaan telefon, komputer sebagai alat untuk berkomikasi, menulis, menyimpan data sehingga terciptanya jaringan internet untuk memudahkan komunikasi dan informasi. Namun demikian, kemajuan teknologi tersebut di samping mempunyai banyak kegunaan dan manfaat, ia juga banyak dampak negatifnya.

Penggunaannya teknologi bukan hanya merubah budaya kehidupan remaja dan orang dewasa, malahan berdampak pada perubahan hidup pada anak-anak.

Kemajuan teknologi telah menciptakan beragam permainan elektronik yang tidak memerlukan seseorang untuk keluar dari ruangan rumahnya atau ruangan biliknya untuk melakukannya dengan disokong oleh platform jaringan internet yang semakin maju dan berkembang.

Kini permainan melalui jaringan internet atau di kenali juga sebagai game online boleh di mainkan bukan sahaja pada komputer tetapi pada handphone, tablet dan lain-lain.

Oleh yang demikian, dengan merebaknya demam online, para vendor game mula mengembangkan teknologi permainan dengan menghasilkan game online yang bisa dinikmati oleh berjuta pemain seluruh dunia dengan syarat terhubung dengan jaringan internet.

Game online bisa di mainkan dengan sesiapa sahaja di belahan dunia lain tanpa had dengan syarat terhubung dengan internet. Ini memberi ruang untuk mendapat kenalan baru yang mempunyai minat yang sama dalam game online di seluruh dunia.

Game online membawa pengaruh yang cukup besar terhadap masyarakat pada masa sekarang karena semakin lama bermain semakin mereka seronok. Permainan game online sebenarnya bertujuan untuk mengusir kepenatan atau sekadar untuk refresh otak setelah melakukan aktivitas sehari-hari.

Kebanyakan yang bermain game online adalah pelajar dalam kalangan mahasiswa universitas. Namun, kenyataannya permainan tersebut justeru telah menyebabkan kelalaian kepada permain dan akibat bermain game online tanpa kawalan menyebabkan mereka kecanduan yang akan membawa kepada banyaknya dampak negatif. Masa mereka banyak dihabiskan secara sia-sia.

Pada tahun lalu, dunia telah digemparkan dengan serangan pengganas oleh warganegara Australia di dua buah masjid di Christchurch New Zealand ketika umat Islam berkumpul untuk solat Jumaat. Serangan tersebut telah menyebabkan 50 jemaah terkorban dan puluhan yang lain cedera, merangkumi orang dewasa dan kanak-kanak.

Penyerang berkenaan menyiarkan video secara langsung di facebook live yang mana ia menyerupai paparan game online PUBG. Pakar psikologi berpendapat bahwa suspek berkemungkinan terpengaruh dengan permainan video secara online.

Prof Madya Dr Shahabuddin Hashim iaitu Pakar Psikologi pendidikan dan Personaliti Universiti Sains Malaysia (USM) berpendapat bahwa mental mereka mungkin dipengaruhi oleh permainan video sehingga terbawa ke alam realiti, karena game online punya impaknya sendiri yang bisa membawa kepada kemusnahan.

Jika dilihat terhadap realitas yang berlaku sehingga membawa kepada kasus serangan berkumpulan dan pembunuhan, maka jelaslah dampak game online amatlah bahaya jika tidak dikawal. Menurut World Health Organization (WHO), kecanduan game online adalah gangguan mental yang dimasukkan ke dalam International Classification of Disease (ICD-11).

Mahasiswa yang mengalami kecanduan game online akan selalu memikirkan game, mengabaikan pekerjaannya, kehilangan kontrol diri, sehingga intensitas dan durasi game semakin banyak.

Kecanduan game online yang dialami oleh mahasiswa akan menyebabkan mereka menghabiskan masa mereka lebih dari 55jam seminggu hanya dengan game sehingga membuat mereka alpa. Game online yang hanya untuk menghilangkan lelah sementara menjadi suatu bahaya kepada mahasiswa.

Walaupun tidak semua game online mendatangkan dampak negatif tetapi apabila penggunaannya berlebihan sehingga kecanduan, akan mendatangkan beberapa dampak buruk yang akan merosakkan diri mahasiswa itu sendiri. Antara dampak negatifnya adalah akan menyebabkan pemain bertingkah agresif walaupun dalam dunia realiti.

Pemain game cenderung mengembangkan fikiran dan perilaku agresifnya sehingga bisa melukakan orang sekeliling dan menjadikan mereka mengganas.

Banyak kajian yang dibuat telah membuktikan pemain game online kekerasan lebih mengadopsi pandangan sosial berdasarkan game yang dimainkan. Ini boleh dibuktikan dengan pembunuhan di dua masjid di Cristchurch New Zealand.

Kedua, bermain game online akan membawa dampak buruk pada kesihatan. Mahasiswa yang kecanduan game memiliki daya tahan tubuh yang lemah akibat kurang beraktivitas untuk mengeluarkan peluh, kurang waktu tidur, dan sering skip makan. Dari aspek psikologi remaja yang kecanduan game online akan mengalami gangguan mental menyebabkan mereka cepat marah, emosi dan cepat mengungkapkan kata-kata kotor.

Ketiga, dari aspek kewangan, mahasiswa akan menghabiskan biaya yang banyak untuk membeli jaringan internet sehingga sanggup untuk tidak membeli makanan semata-mata untuk bermain game online. Bagi mahasiswa yang tidak mempunyai pendapatan sendiri, mereka akan memilih menipu ibu bapanya untuk meminta uang yang banyak serta melakukan berbagai cara termasuk pencurian agar dapat bermain game online.

Keempat, akibat kecanduan game online mahasiswa kehilangan semangat untuk belajar dan benar-benar menyita waktu untuk belajar. Ramai mahasiswa kesulitan mengatur waktu belajar, membuat makalah dengan baik akibat kecanduan dengan menghabiskan banyak waktunya untuk bermain game online berbanding belajar. Performa akademik mereka mulai menurun karena daya konsentrasi mahasiswa terganggu sehingga kemampuan dalam menyerap pelajaran yang disampaikan tidak maksimal.

Sebenarnya dampak-dampak sebegini bisa kita lihat di sekeliling kita sendiri, dimana mahasiswa melepak di kedai-kedai makan sampai jam 3 pagi semata-mata untuk mendapatkan wifi untuk bermain game online.

Apabila kelas pada waktu pagi mereka akan lewat ke kelas ataupun terus tidak hadirkan diri karena tertidur akibat terlalu leka bermain game online. Kemudian, tugasan yang diberi oleh pensyarah juga mereka tidak siapkan karena dikuasai rasa malas kaena leka dengan game.

Akibat terlalu taksub dengan game online sehingga kelas terabai akhirnya mereka tidak dibenarkan mengikuti peperiksaan final. Maka terpaksalah mereka mengulagi kembali semester yang telah diambil. Inilah realiti yang dilalui oleh mahasiswa yang kecanduan game online. Ada yang sampai semester 10 pun masih belum wisuda. Kecanduan game online ini lebih bahaya dari kecanduan dadah.

Perkembangan teknologi pada era digital tidak dapat dielakkan malah banyak manfaatnya jika betul penggunaannya. Salah satu bukti kemajuan teknologi adalah wujudnya game online. Game online pada awalnya, diciptakan hanya untuk menghilangkan lelah seketika tetapi ia telah di salah gunakan oleh individu sehingga mereka leka dan kecanduan serta memberikan dampak yang buruk dalam kehidupan.

Oleh itu, penggunaan game online perlulah dikawal dengan bijak agar masa tidak terbuang dengan sia-sia. Dan diharapkan pihak yang berwajib dapat melakukan upaya pencegahan terhadap kecanduan game online.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here